Breaking News:

"Pembeli" Pulau Lantigiang Buka Suara, Sudah Konsultasi ke Taman Nasional, Mengaku Beli Tanah

Pengakuan "pembeli" Pulau Lantigiang, sebut membeli tanah dan sudah berkonsultasi ke Taman Nasional.

Editor: ninda iswara
Twitter/balibaso, KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Sosok Asdianti Baso pembeli Pulau Lantigiang, Selayar, Sulawesi Selatan 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sudah serahkan uang muka, "pembeli" Pulau Lantigiang mengaku membeli tanah, bukan pulau. Sebut sudah berkonsultasi dengan pihak Taman Nasional Taka Bonerate.

Kepolisian Resor Selayar terus menyelidiki dugaan penjualan Pulau Lantigiang Selayar, Sulawesi Selatan, seharga Rp 900 juta.

Pulau yang berpasir putih itu dijual oleh Syamsu Alam kepada warga asal Desa Laiyolo, Kecamatan Bontosikuyu, Selayar, Asdianti.

Pulau yang telah dipanjar Rp 10 juta itu kini jadi perbincangan publik.

Untuk itu, Asdianti memberikan tanggapan.

"Saya membeli tanah di Pulau Lantigiang, bukan pulau. Dan tanah itu untuk membangun water bungalows di tempat kelahiran saya yaitu Selayar," kata Asdianti saat dikonfirmasi Kompas. com, Minggu (31/1/2021).

Ia mengaku, sebelum membeli tanah, pihaknya sudah mendatangi Balai Taman Nasiaonal Taka Bonerate di tahun 2017 untuk berkonsultasi.

Baca juga: Fakta Pulau Lantigiang Diduga Dijual, Dihargai Rp 900 Juta, Bupati Heran, Beri Peringatan ke Camat

Baca juga: SENASIB dengan Pulau Lantigiang, Ini 4 Pulau yang Pernah Diisukan Dijual, Dipatok Harga Miliaran

Pihak Balai Taman Nasiaonal Taka Bonerate menyarankan untuk membangun pada zona pemanfaatan, karena di dalam kawasan terdapat zona-zona yang berbeda. Zona inti adalah zona yang tidak bisa dibangun sama sekali.

"Karena Balai Taman Nasiaonal Taka Bonerate waktu itu menyarankan Pulau Lantigiang, Pulau Belang- belang dan pulau lain, tapi saya tertarik hanya Lantigiang dan Latondu Besar,"tuturnya.

Menurut Asdianti, sebelum masuk Taman Nasiaonal Taka Bonerate, Pulau Lantigiang sudah dijadikan lahan kebun pohon kelapa oleh Syamsul Alam.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved