Breaking News:

WASPADA! Virus Nipah Jadi Ancaman Pandemi Berikutnya, Menular Cepat, Angka Kematian 40-75 Persen

Epidemiolog ungkap ancaman pandemi di masa depan, virus nipah disebut berpotensi jadi pandemi, menular cepat, kenali gejalanya!

Peter Hooper/CSIRO/Wikimedia
Virus Nipah yang ditemukan pada paru-paru babi di Malaysia. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ancaman pandemi di masa depan baru-baru ini diungkapkan oleh Epidemiolog dari Grififth University Australia, Dicky Budiman.

Sebagai peneliti, selama dua dekade terakhir saja dirinya telah menyaksikan hampir setiap lima tahun ada pandemi dan epidemi. 

Salah satunya termasuk virus Nipah yang disebutnya memiliki potensi menjadi pandemi dengan angka kematian mencapai 40 hingga 75 persen.

"Virus Nipah memang sejak awal tidak pernah luput dari pemantauan karena memiliki potensi pandemi," kata Dicky Budiman saat dihubungi Tribunnews, Minggu (31/1/2021).

Dicky mengatakan suatu penyakit memiliki potensi pandemi karena virus baru untuk manusia dan merupakan zoonatic virus yakni virus yang mulanya ada di hewan.

Karena sebelumnya tidak ada pada manusia, maka manusia tidak memiliki kekebalan pada virus tersebut sehingga bisa menjadi pandemi.

Baca juga: Gadis 4 Tahun Ini Lumpuh Setelah Tertular COVID-19, Ayah Meninggal, Sempat Alami Gejala Neurologis

Baca juga: Waspada! Ini Gejala Baru Virus Corona, Covid Tongue, Mirip Sariawan & Muncul Bercak, Kenali Bedanya

Coronavirus
Ilustrasi virus (duke.edu)

"Potensinya untuk menjadi pandemi jauh lebih besar dari Covid-19, karena angka kematiannya dapat mencapai 75 persen. Ini akan menyebabkan kematian yang banyak," ujarnya.

Selain itu, virus Nipah sendiri disebutnya cepat menular, sehingga virus ini bisa menginfeksi populasi yang telah terinfeksi virus.

Disebutkan, bahwa virus Nipah dapat menular dari hewan ke manusia, dapat menular dari manusia ke manusia, dan dapat menular dari manusia ke hewan.

Adapun hewan potensial yang dapat menularkan virus tersebut yakni kelelawar, babi, maupun kotoran hewan hingga makanan yang terkontaminasi. 

Halaman selanjutnya===============>

Ikuti kami di
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved