Breaking News:

MENYAYAT HATI, Kondisi Bocah 11 Tahun Disiksa Orangtua, Tinggal Dalam Tong & Makan Kotoran Sendiri

Kisah pilu seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun, dipaksa tinggal di dalam tong, makan kotoran sendiri, disiksa orangtua bertahun-tahun.

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Miris, kisah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dipaksa oleh ayah dan ibu tirinya tinggal di dalam tong.

Ia bahkan dipaksa untuk memakan kotorannya sendiri.

Bocah tersebut akhirnya berhasil diselamatkan oleh pihak berwenang di Campinas, Sao Paulo, Brasil.

Polisi Militer Sao Paulo mengatakan, aparat penegak hukum awalnya menerima laporan yang menyebut ada insiden di sebuah kediaman dua lantai di lingkungan Jardim Itatiaia pada Sabtu (30/1/2021).

Ketika aparat penegak hukum masuk ke kediaman itu, mereka menemukan bocah laki-laki dalam keadaan telanjang dan kekurangan gizi.

Bocah tersebut dirantai di dalam tong logam berukuran kecil yang disimpan di sudut balkon sebagaimana dilansir dari Daily Mail.

Outlet berita Brasil, Acidade On, melaporkan bahwa bocah itu telah tinggal di dalam tong logam itu selama hampir sebulan dan tertutup kotoran serta air seninya sendiri.

Baca juga: VIRAL Foto Bocah Termenung di Balik Jeruji Besi Sebelum Tewas di Bak Mandi, Terungkap Penderitaannya

Baca juga: SADIS 6 Pemuda di Gorontalo Nekat Cekoki Miras Bayi Umur 4 Bulan, Berawal dari Tangisan Si Bocah

Bocah 11 tahun dipaksa tinggal di dalam tong.
Bocah 11 tahun dipaksa tinggal di dalam tong. (SAO PAULO FOTOGRAFIA via DAILY MAIL)

Bocah itu diduga hanya diberi makan kulit pisang dan tepung jagung dan dipaksa makan kotorannya sendiri untuk bertahan hidup.

"Petugas militer menemukan bocah itu dalam situasi yang sulit dipercaya dan benar-benar tidak berdaya, diperlakukan tidak manusiawi dan dengan kejam," kata Polisi Militer Sao Paulo dalam sebuah pernyataan.

Polisi Militer Sao Paulo menambahkan bocah itu terlihat sangat haus, terikat, dan terus-menerus terpapar matahari.

Halaman selanjutnya================>

Ikuti kami di
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved