Breaking News:

Terapkan Jateng di Rumah Saja, Sejumlah Daerah Tetap Izinkan Pasar & PKL Buka, 'Rakyat Butuh Makan'

Sejumlah daerah ini tetap izinkan PKL dan pasar beroperasi saat Jateng di Rumah Saja.

Editor: ninda iswara
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Suasana jual beli di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, terlihat sepi pembeli, Senin (20/4/2020). Pedagang dan penjual terbilang sudah mematuhi aturan PSBB dengan mengenakan masker dan menjaga jarak. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sejumlah daerah ini tetap izinkan pasar dan PKL beroperasi meski menerapkan Jateng di Rumah Saja. Berikut berbagai alasannya!

Gubernur Jawa Tengah secara resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang pelaksanaan gerakan ' Jateng di Rumah Saja' pada 6-7 Februari 2021.

Di dalam SE tersebut, tercantum mengenai permintaan menutup toko, mal, pasar tradisional, pusat rekreasi hingga ojek wisata.

Namun rupanya, sejumlah daerah masih mengizinkan dibukanya pasar hingga mengizinkan PKL beroperasi.

Daerah mana saja dan apa alasannya?

1. Dinilai ambigu, Pemkot Semarang tetap izinkan pasar dan PKL beroperasi

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di kantornya, Rabu (3/2/2021)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di kantornya, Rabu (3/2/2021) (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

Meski meminta warganya tidak beraktivitas selama dua hari, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi tetap mengizinkan pasar tradisional dan pedagang kaki lima (PKL) beroperasi.

Hendrar menilai, ada aturan yang ambigu dalam SE Gubernur Ganjar tersebut.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Soal Kebijakan Ganjar Pranowo Jateng di Rumah Saja, Berlaku 6 - 7 Februari 2021

Baca juga: Cetuskan Jateng di Rumah Saja, Ganjar Pranowo Jelaskan Skemanya: Siapa Tau Bisa Jadi Contoh

Sebab, pada poin 1.C disebutkan jika sejumlah tempat seperti pusat keramaian harus ditutup.

Namun pada poin 1 B, sektor esensisal seperti logistik dan kebutuhan pokok masyarakat diizinkan buka.

"Di item 1.B kan boleh tapi memang jadi ambigu ketika di 1.C pasar tradisional harus tutup. Karena pasar tradisional menjual kebutuhan bahan pokok maka boleh buka tapi tidak bergerombol dan harus disiplin prokes," ucapnya.

Keputusan memodifikasi aturan itu diambil mengacu poin 1.B dan dengan kearifan lokal.

"Perlu dimodifikasi di pasar tradisional. Karena ada kearifan lokal yang harus kita lakukan untuk bisa sukseskan program tersebut," kata dia.

Sedangkan untuk PKL, juga tetap diizinkan beroperasi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved