Breaking News:

Terapkan 'Jateng di Rumah Saja', 7 Daerah Ini Memodifikasi Aturannya, Pusat Keramaian Tetap Buka

7 daerah ini modifikasi aturan Jateng di Rumah Saja. Tetap izinkan pusat keramaian buka.

Pemprov Jawa Tengah
Ganjar Pranowo 

Izin ini diberikan dengan syarat jam operasional hingga penerapan protokol kesehatan.

"Menjaga jam operasional restoran, kafe, rumah makan, PKL, warung sampai pukul 22.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata dia.

Sedangkan untuk tempat-tempat seperti destinasi wisata, karaoke, tempat hiburan hingga pasar hewan akan ditutup saat 'Jateng di Rumah Saja' berlangsung.

Baca juga: Cetuskan Jateng di Rumah Saja, Ganjar Pranowo Jelaskan Skemanya: Siapa Tau Bisa Jadi Contoh

Baca juga: Ganjar Pranowo Cetuskan Jateng di Rumah Saja, Ini Sederet Respon Kepala Daerah, Anggap Ikhtiar

4. Di Semarang, pasar dan PKL tetap buka

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Kompas.com/Riska Farasonalia)

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan diap melaksanakan gerakan 'Jateng di Rumah Saja'.

Hanya saja, Hendrar melakukan sejumlah modifikasi aturan.

PKL dan pasar tradisional tetap diperbolehkan beroperasi.

"Kalau dari surat edaran memang harus tutup. Aturan yang sudah terinci jelas kita akan ikuti supaya gerakan ini sukses. Tapi perlu dimodifikasi di pasar tradisional. Karena ada kearifan lokal yang harus kita lakukan untuk bisa sukseskan program tersebut," ungkap dia.

Dalam poin 1.C SE Gubernur, disebutkan adanya penutupan pasar.

Namun aturan itu menjadi ambigu lantaran pada poin 1.B menyebut unsur esensial yang diperbolehkan beraktivitas, yakni sektor logistik dan kebutuhan pokok masayarakat.

"Di item 1.B kan boleh tapi memang jadi ambigu ketika di 1.C pasar tradisional harus tutup. Karena pasar tradisional menjual kebutuhan bahan pokok maka boleh buka tapi tidak bergerombol dan harus disiplin prokes," ucapnya.

Meski membiarkan tetap beroperasi, Hendrar menegaskan akan memperketat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

5. Batang tak akan tutup pusat keramaian

Bupati Batang, Wihaji
Bupati Batang, Wihaji (Kompas.com/Ari Himawan)

Bupati Batang Wihaji tidak akan menutup pusat-pusat keramaian saat pelaksanaan Jateng di Rumah Saja.

Alasannya ialah nasib pedagang kecil yang hanya mendapatkan rezeki di akhir pekan.

“Surat edaran sudah saya baca, ada poin akhir yang harus kita lihat kondisi lokal Batang dengan menerjemahkan SE tersebut yang harus memahami suasana kebatinan rakyat, seperti pedagang somai, mi ayam keliling atau para pelaku UMKM yang mendapat rejeki di hari libur akhir pekan,” kata Wihaji, Rabu (3/2/2021).

“Di situ (akhir pekan) aktivitas ekonomi rakyat mendapatkan rezeki, kita memahami suasana kebatinan Pak Gubernur, tapi kita harus memahami suasana kebatinan rakyat Batang. Rakyat butuh makan,” kata dia.

Sehingga, dia pun mengizinkan pasar tradisional tetap beroperasi dengan protokol kesehatan ketat.

"Silakan yang tidak ada aktivitas ya di rumah saja. Tapi yang mencari rejeki silakan cari rejeki," jelas dia.

Wihaji juga meminta Satgas Covid-19 bekerja ekstra untuk mengontrol penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ganjar Pranowo Siapkan Anggaran Rp 1 Triliun, Rudy Buat Aturan Baru

Suasana jual beli di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, terlihat sepi pembeli, Senin (20/4/2020). Pedagang dan penjual terbilang sudah mematuhi aturan PSBB dengan mengenakan masker dan menjaga jarak.
Suasana jual beli di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, terlihat sepi pembeli, Senin (20/4/2020). Pedagang dan penjual terbilang sudah mematuhi aturan PSBB dengan mengenakan masker dan menjaga jarak. (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

6. Pemkab Banyumas akan atur jumlah orang yang masuk pasar

Di Banyumas, pasar tradisional masih diizinkan buka saat gerakan 'Jateng di Rumah Saja'.

Hanya saja, mereka akan mengatur jumlah orang yang masuk ke dalam pasar.

"Kami ada kelonggaran yaitu di pasar tradisional, boleh buka tapi dengan melihat jumlah, jadi akan dilakukan pengaturan yang masuk berapa orang," kata Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono.

Kemudian, rumah makan, objek wisata, mal, pusat perbelanjaan, toko modern, restoran dan kafe dilarang beroperasi akhir pekan.

Demi hal tersebut, dia pun menerjunkan tim gabungan untuk memantau.

"Ada tim penyapu, tim gabungan, kalau (misal) ada kafe yang buka akan kami minta tutup. Sebetulnya yang seperti ini sudah dilakukan di Banyumas, ini kesempatan bersama-sama (se-Jateng) mudah-mudahan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Wahyu.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan menjaga akses keluar masuk di perbatasan.

7. Klaten perkuat dengan aturan 'Jam Songo Ora Lungo'

Ilustrasi virus corona atau covid-19.
Ilustrasi virus corona atau covid-19. (SHUTTERSTOCK via Kompas.com)

Pemkab Klaten mendukung dan memperkuat gerakan Jateng di Rumah Saja dengan aturan 'Jam Songo Wis Ora Lungo'.

"Bu Bupati juga menambahkan tapi itu memang tidak bertentangan dengan Surat Edaran Mendagri Nomor 2 Tahun 2021. Bu Bupati memerintahkan jam songo bengi ojo lungo (jam 9 malam jangan keluar)," kata Sekretaris Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Klaten Sip Anwar, Rabu (3/2/2021).

"Ini untuk mendukung SE Mendagri dan SE Gubernur. Jam 9 malam jangan keluar. Jadi sama kegiatan masyarakat dalam surat edaran bupati sampai jam 9 malam," ungkap dia.

Pasar tidak ditutup dan tempat usaha masih bisa melayani pemesanan antar hingga pukul 21.00 WIB.

"Pasar tidak ditutup. Dalam surat edaran bupati itu ada bukan berarti nutup pasar, nutup toko tidak," ungkap pria yang juga menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.

Pemkab Klaten dan Satgas juga akan meningkatkan operasi yustisi protokol kesehatan selama dua hari pelaksanaan Jateng di Rumah Saja. (Kompas.com/Aria Rusta Yuli Pradana, Puthut Dwi Putranto Nugroho, Labib Zamani , Fadlan Mukhtar Zain, Riska Farasonalia, Ari Himawan Sarono)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 7 Daerah yang Memodifikasi Aturan "Jateng di Rumah Saja"

Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved