Breaking News:

HEBOH Air Banjir Berwarna Merah di Pekalongan, Ini Kesaksian Warga, Terungkap Fakta di Baliknya

Warga sempat dibikin geger dengan fakta tersebut, silang pendapat muncul terkait asal muasal warna merah pada genangan tersebut.

Kompas.com/Ari Himawan
Warga melintas di genangan air banjir berwarna merah di Kelurahan Jenggot Kota Pekalongan Jawa Tengah. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Heboh air banjir di Pekalongan Jawa Tengah  berwarna merah.

Pekalongan, Jawa Tengah, dilanda banjir.

Tercatat 16 kelurahan terendam banjir karena hujan dan air rob.

Nah yang unik genangan banjir di Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan airnya berwarna merah.

Warga sempat dibikin geger dengan fakta tersebut, silang pendapat muncul terkait asal muasal warna merah pada genangan tersebut.

Baca juga: Sosok Pencipta Lagu Terpesona Viral Jadi Yel-yel TNI & Polri, Banjir Tawaran Tapi Belum Ada Royalti

Baca juga: Jadi Presenter TikTok Awards Indonesia 2020 Bareng Nia Ramadhani, Raffi Ahmad Banjir Pujian, Kenapa?

engendara motor melintas di jalan perkampungan yang tergenang banjir berwarna merah di Jenggot, Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (6/2/2021). Menurut warga setempat, air banjir berwarna merah itu disebabkan oleh pencemaran limbah pewarna batik berwarna merah karena di lokasi tersebut terdapat ratusan pelaku usaha batik.
engendara motor melintas di jalan perkampungan yang tergenang banjir berwarna merah di Jenggot, Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (6/2/2021). Menurut warga setempat, air banjir berwarna merah itu disebabkan oleh pencemaran limbah pewarna batik berwarna merah karena di lokasi tersebut terdapat ratusan pelaku usaha batik. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra))

Air banjir berwarna merah tersebut mengalir ke semua sudut kampung. Warga pun heran dengan fenomena yang baru pertama kali terjadi ini.

Mereka menduga air banjir berwarna merah berasal dari tumpahan bahan pewarna batik.

Salah seorang warga setempat Furqon (29) mengaku di wilayahnya memang banyak perajin batik.

Saat banjir dan musim hujan seperti sekarang ini seluruh kegiatan diliburkan.

"Biasanya tidak pernah terjadi air banjir warnanya merah. Kayaknya ini karena obat batik yang jatuh ke air banjir," kata Furqon.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved