Breaking News:

Penanganan Covid

Kata Pakar soal Vaksin, Meringankan Dampak Varian Baru Covid-19, Penyakit Berat Hanya Menjadi Pilek

Pakar sebut vaksin bisa meringankan dampak varian baru Covid-19, penyakit berat hanya menjadi pilek.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas kesehatan Puskesmas dibantu petugas kepolisian mengambil Vaksin Covid-19 Sinovac saat didistribusikan di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jalan Supratman, Jawa Barat, Rabu (13/1/2021). Dinas Kesehatan Kota Bandung mendistribusikan 25 ribu dosis vaksin Covid-19 Sinovac ke 80 puskesmas, 34 rumah sakit serta klinik-klinik di Kota Bandung untuk kebutuhan vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kesehatan. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pakar dari Oxford Vaccine Group mengatakan, vaksin akan mengurangi dampak Covid-19 dari penyakit berat menjadi hanya pilek.

Prof Andrew Pollard mengatakan kepada anggota parlemen Inggris bahwa dia yakin vaksin yang baru-baru ini diperkenalkan akan berdampak besar pada penularan Covid-19.

Inggris diguncang varian baru Covid-19 yang lebih menular.

Muncul kekhawatiran bahwa varian baru ini mungkin resisten terhadap vaksin.

Pollard menjawab rumor ini dengan mengatakan bahwa vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan mungkin bisa memperkecil risiko penyakitnya.

Bisa jadi Covid-19 varian baru tidak menjadi penyakit serius tapi hanya berupa pilek, sebagaimana dilaporkan Arab News

Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020.
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020. (JOEL SAGET / AFP)

Pollard yang telah mempelajari vaksin Covid-19 baru ini melontarkan komentarnya saat pemerintah Inggris berusaha meyakinkan masyarakat soal kemanjuran AstraZeneca.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19, Jokowi Tegaskan Proses Dilakukan Secara Klaster, Bukan Perorangan

Baca juga: Puan Maharani Tegaskan DPR RI Akan Terus Mengawasi Vaksinasi Covid-19, Minta Dengarkan Suara Rakyat

Pemerintah berupaya demikian, karena sebuah penelitian menemukan tampaknya vaksin AstraZeneca tidak terlalu efektif untuk varian baru Covid-19.

Melansir The Sun, Pollard mengatakan, walaupun Covid-19 varian baru akan terus ada, tidak masalah jika vaksin saat ini bisa mengurangi intensitas perawatan di rumah sakit.

Sejauh ini lebih dari 12,6 juta orang telah mendapatkan dosis pertama vaksin buatan Oxford, AstraZeneca dan Pfizer.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved