Breaking News:

Ahok Bongkar Kisah Nyaris Gagal Dampingi Jokowi di Pilgub DKI 'Saya Tionghoa, Agama Bukan Mayoritas'

Ahok bongkar kisah lama nyaris gagal dampingi Jokowi saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, 2017, silam. Lalu siapa orang selain Ahok saat itu?

Kontan.co.id/ Fransiskus Simbolon
Ahok dan Jokowi saat melenggang di Pilgub DKI Jakarta, 2017 lalu. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ahok bongkar kisah lama nyaris gagal dampingi Jokowi saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, 2017, silam. Lalu siapa orang selain Ahok saat itu? 

Pengakuan Ahok sebenarnya bukan pendamping Jokowi saat jabat Gubernur DKI Jakarta mencuat.

Baru-baru ini, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP alias Aok memberikan pengakuan yang cukup mengejutkan.

Pernah mendampingi Jokowi sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok ternyata sebenarnya bukanlah sosok yang seharusnya duduk di sana.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merasa bahwa ia tidak pernah diharapkan publik untuk menjadi pendamping Presiden Joko Widodo dalam kontestasi Pilkada 2012 DKI Jakarta.

Ahok menceritakan, banyak pihak meragukannya sebagai calon wakil gubernur saat itu karena latar belakangnya.

"Saya hanya dengar, ketika itu sebenarnya pendamping Pak Jokowi bukan saya sebetulnya. Karena kalau saya kan akan menurunkan nilai seorang Pak Jokowi, saya turunan Tionghoa, agama saya bukan yang mayoritas," kata Mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam acara Perayaan Imlek yang diadakan oleh PDIP-P secara virtual, Jumat (12/2/2021).

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau BTP
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau BTP (Istimewa)

Melalui Pilkada DKI Jakarta 2012, pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam dua kali putaran.

Baca juga: Sosok Ricardo Gelael, Pengusaha yang Pestanya Jadi Sorotan Setelah Foto Raffi Ahmad & Ahok Viral

Baca juga: Ikut Party bersama Raffi Ahmad, Ahok yang Lepas Masker saat Nyanyi Disemprot Istana

Kala itu, Jokowi-Ahok berhasil mengalahkan 5 pasangan calon (paslon) lain yaitu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Faisal Basri-Biem Benyamin, dan Alex Noeedin-Nono Sampono.

Ahok juga mengatakan, keraguan banyak pihak itu terjadi lagi ketika ia kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017.

Saat itu, kata Ahok, banyak pihak yang memintanya mundur dari pencalonan.

HALAMAN 2 >>>>>>

Ikuti kami di
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved