Breaking News:

Namanya Masuk Bursa Cagub DKI Jakarta, Ini Kata Ahok, Ada Kemungkinan hingga Hal yang Mengganjal

Masuk bursa Cagub DKI Jakarta, begini tanggapan Ahok hingga kemungkinan terjun ke politik lagi.

Kolase TribunNewsmaker - Kompas.com
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 

Saat ditanya Kompas.com soal survei Median itu melalui pesan singkat, Senin (15/2/2021), Ahok hanya merespons dengan mengirimkan sticker bayi tertawa dan bertuliskan 'ketawa aja'.

Saat ditanya lebih jauh mengenai ketertarikannya untuk maju lagi di Pilgub DKI, Komisaris Utama PT Pertamina itu juga hanya menjawab dengan mengirim stiker.

Baca juga: Blak-blakan Ahok Ngaku Dulu Ditolak Mentah Jadi Wagub Pendamping Jokowi Sebenarnya Bukan Saya

Baca juga: Cantik Paripurna Saat Foto Bareng Ahok & Mertua, Perut Puput Nastiti Devi Bikin Salfok, Hamil Lagi?

Mungkin kah?

Pengamat politik dan Direktur Indoatrategi Arif Nurul Imam menilai dengan modal elektabilitas 8 persen, Ahok masih memiliki peluang untuk kembali berkontestasi di Pilkada DKI.

Jika melihat angkanya, elektabilitas Ahok memang masih jauh dari Risma atau pun Anies selaku petahana.

Namun, masih ada peluang untuk meningkatkan elektabilitas itu.

Apalagi masih ada waktu yang lumayan lama sampai pilkada selanjutnya.

Pilkada DKI baru akan digelar 2022 atau 2024, tergantung hasil pembahasan Undang-Undang Pemilu antara DPR dan pemerintah.

"Ahok tentu harus menunjukkan prestasi dan kinerjanya sehingga dapat menjadi nilai positif bagi masyarakat Jakarta dan memperoleh insentif elektoral," kata Arif.

Meski memungkinkan secara politik, namun ada aspek hukum yang mengganjal.

Status sebagai mantan narapidana tak bisa membuat Ahok serta merta bisa maju sebagai calon kepala daerah.

Kesempatan untuk bisa mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta bisa didapat Ahok apabila sudah melewati lima tahun usai dibebaskan dari tahanan.

Hal tersebut tertuang dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 56/PUU-XVII/2019 yang memungkinkan seorang mantan narapidana mencalonkan diri sebagai gubernur, namun dengan syarat menunggu jeda waku lima tahun setelah melewati masa pidana penjara.

Selain itu, Ahok juga wajib mengumumkan mengenai latar belakang dirinya sebagai mantan narapidana jika ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Putusan MK tersebut mengubah Pasal 7 Ayat 2 huruf G Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada yang sebelumnya tidak ada persyaratan jeda waktu kini harus ada jeda waktu lima tahun.

Ahok sendiri baru dinyatakan bebas pada 24 Januari 2019. (Kompas.com/Ihsanuddin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ahok Masih Masuk Bursa Cagub DKI, Mungkin Kah Maju Lagi?

Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved