Breaking News:

NGAKU Kemasukan Angin, Sejam Hamil Lalu Lahiran, Kejiwaan Zainah Disorot, BKKBN: Halusinasi Terjadi

Kejiwaan Siti Zainah seusai ngaku melahirkan tanpa hamil kini ikut disorot. BKKBN sebut ada kemungkinan halusinasi dan ilusi.

via Kompas dan TribunJabar.com
Ngaku lahiran tanpa merasa hamil, kejiawaan Siti Zainah dipertanyakan 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pengakuan Siti Zainah yang menggegerkan publik lahiran tanpa merasa hamil kini menjadi sorotan pihak BKKBN.

Bahkan pihak BKKBN menyinggung soal kejiwaan Siti Zainah yang mengaku hanya hamil sejam langsung melahirkan bayi.

Lebih lanjut, pihak BKKBN menyebut dalam kasus Siti Zainah ini, halusinasi dan ilusi bisa saja terjadi.

Kendati janda asal Cianjur ini mengaku tanpa berhubungan suami istri ia hamil, BKKBN tak menampik Siti Zainah mengalami halusinasi atau ilusi.

Menurut Kepala BKKBN Hasto Wardoyo,bukan sebuah kemustahilan seorang perempuan hamil tanpa melakukan hubungan sebelumnya.

Secara fisiologis, kata dia, terjadinya embrio bisa secara seksual melalui pertemuan sel telur dengan sperma.

Baca juga: JANDA Ngotot Hamil Sejam Langsung Lahiran, Polisi Yakin Zainah Dihamili Pria, Pelaku Kini Diburu

Baca juga: TEKA-TEKI Janda Melahirkan Tanpa Hamil, Polisi Temukan Bukti Kuat Pria yang Diduga Hamili Zainah

Siti Zainah, janda yang ngaku tiba-tiba hamil langsung melahirkan
Siti Zainah, janda yang ngaku tiba-tiba hamil langsung melahirkan (Kolase TribunBogor dan TribunJabar)

Hal ini, bisa terjadi secara alami melalui hubungan seksual, baik secara sadar dilakukan atau karena tidak dikehendaki, seperti kasus pemerkosaan dengan pembiusan sehingga tidak sadar melakukan hubungan seks.

“Bisa juga tidak secara alami, tetapi dengan inseminasi buatan dengan dibantu dokter, sperma suami dimasukkan ke dalam rahim saat masa subur,” ujar Hasto menanggapi kasus yang terjadi di Cianjur, Minggu (14/2/2021).

Cara lainnya, kata Hasto dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan ke wartawan, yaitu dengan artifisial teknologi melalui upaya mempertemukan sperma dan sel telur di dalam laboratorium.

Lalu, setelah menjadi embrio, baru dimasukkan dalam rahim (embrio transfer).

HALAMAN SELANJUTNYA =================>

 
Ikuti kami di
Editor: octaviamonalisa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved