Breaking News:

ART Makan di Sampah Tak Tahu Digaji 300Ribu per Bulan selama 4 Tahun, Majikan: Dia Minta Sendiri

Seorang asisten rumah tangga, Pariyem, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga.

KOMPAS.com/A. Faisol
Pariyem bersama putrinya yang berusia 12 tahun. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus ART yang melaporkan majikannya karena kekerasan dan gaji 300 ribu per bulan terus bergulir.

Kini, majikan Pariyem pun angkat bicara dan membantah tudingan tersebut.

Ia mengaku, gaji 300 ribu per bulan merupakan permintaan dari Pariyem sendiri saat awal bekerja dengannya empat tahun lalu.

Seorang asisten rumah tangga, Pariyem, melaporkan majikannya ke Polres Probolinggo Kota atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga.

Selain itu, Pariyem mengaku telah delapan tahun bekerja dengan majikannya. Pariyem baru tahu digaji sebesar Rp 300.000 per bulan setelah bertahun-tahun bekerja dengan majikannya itu.

Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan (Kompas.com/ERICSSEN)

Tetapi, majikan Pariyem, U membantah pernyataan tersebut. Pariyem, kata dia, baru bekerja selama empat tahun di rumahnya, bukan delapan tahun.

Menurut U, Pariyem bekerja sejak 2017. Saat itu, ia dikenalkan oleh suami Pariyem.

Baca juga: Makan Sisa Sampah Dekat Pizza Hut, Ternyata ART Ini Tak Digaji Bertahun-tahun: Biar Punya Tabungan

Baca juga: POPULER 2 Tahun Disiksa Majikan di Singapura, Sugiyem Kini Buta & Tuli, Luka Lebam di Sekujur Tubuh

Setelah merasa cocok, dirinya mempekerjakan Pariyem sebagai asisten rumah tangga.

"Kalau memang enggak kerasan, empat tahun ikut saya, kok baru sekarang melakukan seperti itu?" kata U saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/2/2021).

U juga menjawab tudingan tentang gaji yang diberikan kepada Pariyem. Menurutnya, jumlah gaji yang diberikan itu sesuai kesepakatan bersama sebelum bekerja.

HALAMAN 2 >>>>>>>>

Ikuti kami di
Editor: Salma Fenty Irlanda
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved