Breaking News:

Tangis Kusmiyati Tergiur Iming-iming 'Anak Jadi PNS Instan', Kini Telan Pil Pahit, Utang Rp 200 Juta

Ia ditipu Rp 200 juta lantaran tergiur iming-iming menjadikan anaknya PNS lewat jalur belakang.

(KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO
Kusmiyati (47) saat ditemui di rumahnya di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (25/2/2021) sore. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Niat hati ingin jadikan anak PNS, Kusmiyati kini malah menelan pil pahit.

Ia ditipu Rp 200 juta lantaran tergiur iming-iming menjadikan anaknya PNS lewat jalur belakang.

Sayangnya, impian Kusmiyati justru menjadi derita bagi dirinya.

Kusmiyati (47) hanya bisa menangis menerima kenyataan pahit harus mengangsur utang di bank sebesar Rp 200 juta.

Bagaimana tidak, beban cicilan Rp 5,3 juta per bulan selama lima tahun, banting tulang ditanggungnya meski tak selembar pun ia sempat menikmati uang ratusan juta tersebut.

Warga Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ini merupakan korban penipuan tetangganya yang mengaku bisa mempekerjakan putrinya menjadi bidan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kusmiyati (47) saat ditemui di rumahnya di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (25/2/2021) sore.(KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO)
Kusmiyati (47) saat ditemui di rumahnya di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (25/2/2021) sore.(KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO) ()

Alih-alih mendapatkan pekerjaan, uang Rp 200 juta yang diminta sebagai mahar untuk menjadi abdi negara justru raib.

"Sebenarnya banyak korbannya, namun mereka malu dan tidak mau masalah ini dibesar-besarkan. Bagaimana saya tahan, orang kecil seperti saya punya tanggungan utang sebanyak itu sejak 2015 tanpa hasil sepadan. Siapa sih yang tak ingin anaknya bekerja selulus kuliah," tangis Kusmiyati saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Kamis (25/2/2021) sore.

Kusmiyati mengaku geram lantaran kesepakatan sejak 2015 tersebut tak kunjung terealisasi dengan berbagai alasan yang tak jelas.

Baca juga: Nadiem Makarim Sebut Guru Honorer Masih Punya Peluang untuk Jadi CPNS 2021, Simak Penjelasannya!

Baca juga: Kabar Gembira, Guru Honorer Masih Punya Peluang untuk Jadi PNS, Berikut Penjelasan Nadiem Makarim

Apalagi uang Rp 200 juta telah diserahkan dengan bukti kuitansi di atas materai.

HALAMAN 2 >>>>>>>>>

Ikuti kami di
Editor: Salma Fenty Irlanda
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved