Breaking News:

Penanganan Covid

Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Ini Alasan Menkes Nilai Lebih Baik dari Jakarta

Menkes Budi Gunadi Sadikin tinjau vaksinasi massal di Yogyakarta, sebut lebih baik dari Jakarta.

KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA
Budi Gunadi Sadikin 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menilai bahwa pelaksanaan vaksinasi massal di DI Yogyakarta berjalan lebih baik dibandingkan pelaksanaan yang diselenggarakan di Pasar Tanah Abang, Jakarta beberapa waktu lalu.

Pasalnya, kerumunan calon penerima vaksin di daerah ini dapat diurai.

Hal itu disebabkan karena pihak penyelenggara melakukan pembatasan terhadap calon penerima vaksin yang memasuki area penyuntikan.

"Tadi pelaksanaannya jauh lebih rapi karena biasanya terjadi kerumunan. Tiap satu jamnya diatur 120 orang, kalau di sini (Benteng Vredeburg) 140 orang jadi jauh lebih rapi," ungkapnya saat ditemui wartawan usai meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bersama Presiden Joko Widodo dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Benteng Vredeburg, Senin (1/3/2021).

Budi mengungkapkan, pelaksanaan kali ini dapat berjalan lebih baik berkat evaluasi pelaksanaan vaksinasi massal sebelumnya. 

Hanya saja Budi memberikan catatan kepada kerumunan wartawan yang belum bisa diurai setiap ada pelaksanaan vaksinasi massal.

"Kita belajar tiap ada event kita belajar," tambahnya.

Baca juga: Banyak Orang Nafsu Makannya Meningkat Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Belum Cukup Bukti

Baca juga: Kata Menkes soal Vaksinasi Covid-19, Target 181,5 Rakyat Indonesia, Butuh 363 Juta Suntikan Setahun

Menkes Budi Gunadi Sadikin usai meninjau pelaksanaan vaksinasi massal, Senin (1/3/2021).
Menkes Budi Gunadi Sadikin usai meninjau pelaksanaan vaksinasi massal, Senin (1/3/2021). (Tribunjogja.com / Yuwantoro Winduajie)

Budi menjelaskan, pada vaksinasi tahap kedua ini sasarannya adalah pelayan publik dan warga usia lanjut (lansia).

Adapun jumlah sasaran yang ditetapkan diprediksi mencapai 38 juta jiwa.

"Ada 38 juta sasaran yang harus kita suntik. Jadi kalau dua kali (penyuntikan) kan jadi 76 juta. Itu diharapkan selesai sampai Juni," terangnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved