Breaking News:

Penanganan Covid

Mengenal Mutasi Virus Corona, Satgas Covid-19 Beri Penjelasan, Masih Menunggu Hasil Penelitian

Penjelasan Satgas Covid-19 terkait mutasi baru virus corona, masih menunggu hasil penelitian soal tingkat bahaya.

SHUTTERSTOCK via Kompas.com
Ilustrasi virus corona atau covid-19. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menyusul ditemukannya strain virus baru Covid-19, berakibat munculnya informasi simpang siur di tengah-tengah masyarakat pada pekan ini.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menerangkan terjadinya mutasi virus atau varian baru virus adalah hal yang lazim ditemui dalam masa pandemi.

Berita baiknya, lanjut Wiku, hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar mutasi tidak secara material mengubah virolensi atau kemampuan virus untuk menimbulkan penyakit, begitu juga efektivitas vaksin secara signifikan.

Hal itu disampaikan Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

"Namun, perlu diingat, semakin sedikit keberadaan mutasi virus, maka semakin efektif vaksin yang sedang kita kembangkan ini dapat bekerja dengan baik," kata Wiku.

Pada prinsipnya, varian dapat terus bertambah khususnya saat pandemi masih berlangsung, karena banyaknya jumlah penularan yang terjadi di masyarakat.

Mutasi yang dilakukan virus adalah upaya untuk bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Baca juga: Virus Corona Baru B.1.1.7 Terdeteksi di RI, Wagub DKI Minta Waspada, Penularan Cepat, Tak Mematikan

Baca juga: Fakta Temuan Virus Corona Baru B.1.1.7 di Karawang: Pasien Pulang dari Arab, Imbauan Ridwan Kamil

Dan mutasi adalah proses karena adanya kesalahan saat memperbanyak diri dan virus anakan tidak sama dengan induknya atau parental strain.

Virus baru hasil mutasi tersebut akan menjadi varian.

Lalu, jika varian menunjukkan sifat fisik yang baik dan jelas maupun sama serta berbeda dengan virus aslinya, maka varian akan disebut sebagai strain.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved