Breaking News:

Kunci Jawaban

KUNCI JAWABAN Tema 8 kelas 4 SD subtema 1 2 3, Apa Jenis Cerita Fiksi Berjudul Kisah Putri Tangguk?

Berikut ini kunci jawaban Tema 8 kelas 4 SD/MI subtema 1, subtema 2, subtema 3, & subtema 1 Pembelajaran 5 halaman 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51

Editor: Talitha Desena
GRAFIS TRIBUN PONTIANAK/ENRO
Kunci jawaban Tema 8 kelas 4 SD/MI 

“Aduuuuh...,” teriak Putri Tangguk.
“Hati-hati, Bu. Semalam hujan deras. Jalannya menjadi licin,” kata suami Putri Tangguk sambil membantunya berdiri.

“Gara-gara hujan, jalannya licin. Perjalanan ke rumah masih jauh, bisa-bisa aku terjatuh lagi,” gerutu Putri Tangguk.

Putri Tangguk mengambil padi dari gerobaknya. Kemudian, padi ditebar di jalan. Melihat perilaku ibunya, si anak sulung pun bertanya.

“Apa yang Ibu lakukan? Mengapa Ibu membuang padi itu ke jalan?”
“Ibu tidak membuang padi. Padi ini Ibu gunakan sebagai pengganti pasir. Ibu menebarnya agar jalan ini tidak licin lagi,” jawab Putri Tangguk.
“Istriku, bukankah padi itu untuk kita makan? Tidak baik rasanya jika membuang-buang makanan,” nasihat suami Putri Tangguk.

Putri Tangguk tidak mengindahkan nasihat suaminya. Bahkan, Putri Tangguk membantahnya.

“Masa bodoh. Bukankah padi kita sudah banyak. Apa kau mau aku terjatuh lagi dan tulangku patah?” bantah Putri Tangguk sambil terus menebar padi ke jalan.

Setelah panen terakhir, Putri Tangguk tidak pernah kembali ke sawah. Ia berada di rumah untuk merawat ketujuh anaknya. Suatu malam anak bungsu Putri Tangguk merengek karena lapar. Akhirnya, Putri Tangguk ke dapur untuk mengambil nasi. Alangkah terkejutnya
ketika ia mendapati pancinya kosong.

“Mengapa panci ini kosong? Bukankah tadi masih tersisa sedikit nasi?” tanya Putri Tangguk dalam hati.

Karena si bungsu terus merengek, Putri Tangguk pun memutuskan untuk menanak nasi. Namun, Putri Tangguk kembali terkejut ketika mendapati beras yang ia simpan dalam kaleng juga menghilang.

“Ke mana perginya beras itu? Aku ingat masih banyak beras di sini sebelumnya. Jangan-jangan ada orang yang mencurinya,” kata Putri Tangguk.

Kemudian, Putri Tangguk membujuk anak bungsunya untuk tidur. Besok ia berencana untuk menumbuk padi yang disimpan di lumbungnya.

Pagi harinya Putri Tangguk terkejut mendengar teriakan suaminya. “Istriku...istriku...cepat kemari,” teriak suami Putri Tangguk.

Putri Tangguk segera berlari menemui suaminya. Ia menghampiri suaminya yang berada di depan pintu lumbung. Ia pun bertanya kepada suaminya.

“Ada apa suamiku? “ tanya Putri Tangguk dengan cemas.Aku tidak tahu, istriku. Lumbung ini sudah kosong saat aku membukanya, “ jawab suami Putri Tangguk.

Putri Tangguk dan suaminya bergegas memeriksa lumbung yang lain. Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati ketujuh lumbungnya telah kosong. Putri Tangguk pun menangis.

“Apa yang terjadi padaku? Tadi malam nasi dan beras hilang. Sekarang padi di lumbung pun juga ikut menghilang,” jerit Putri Tangguk.

“Jangan cemas, istriku. Bukankah kita masih memiliki sawah. Besok kita ke sawah. Siapa tahu padinya telah menguning,” hibur suami Putri Tangguk.

Keesokan paginya Putri Tangguk mengikuti suaminya ke sawah dengan cemas. Setibanya di sawah, tangis Putri Tangguk semakin keras karena mendapati sawahnya telah berubah menjadi semak belukar.

Putri Tangguk menagis seharian. Bahkan, ia tidak mau pulang dan menunggui sawahnya hingga tertidur. Dalam mimpinya, Putri Tangguk didatangi segerombolan padi yang dapat berbicara.

“Hai, Putri Tangguk. Inilah buah dari kesombonganmu. Masih ingatkah engkau ketika membuang kami ke jalan?” tanya padi-padi itu.

“Kau telah menghina kami. Kau telah menjadikan kami pasir untuk alas jalanmu. Kami ini dipanen untuk dimakan, bukan untuk dibuang sembarangan. Dengan membuang kami, berarti kamu tidak membutuhkan kami untuk makananmu,” kata padi-padi itu lagi.

Putri Tangguk hanya bisa diam dan tidak menjawab. Ia menyesali kebodohannya. Ia pun memohon maaf kepada padi-padi itu.

“Tak bisakah kalian memaafkanku? Aku telah menyesali perbuatanku,” kata Putri Tangguk sambil menangis.

“Sekarang kau dan keluargamu harus bekerja keras. Bersihkan sawah ini, bajaklah, lalu tanamlah kami kembali. Setelah tiga bulan, barulah kalian dapat memanen kami kembali,” jawab padi-padi itu.

Ketika Putri Tangguk ingin menjawab, ia tersentak bangun dari tidurnya. Putri Tangguk pun kembali pulang. Kemudian, ia menceritakan mimpinya kepada suaminya. Keesokan harinya keluarga Putri Tangguk bergotong royong membersihkan sawah dan menanam padi.

Ia dan keluarganya merawat sawah dan menjaga padinya dengan baik. Mereka menunggu dengan sabar hingga padi yang mereka tanam siap dipanen. Putri Tangguk juga berjanji tidak akan menyia-nyiakan sebutir padi pun hasil panen dari sawahnya.

Disadur dari Kisah Putri Tangguk, //dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-jambi-cerita-daerah-jambi-terbaik/.

Dalam cerita terdapat tokoh yang memiliki sifat baik hati. Tokoh seperti itu disebut protagonis. Ada pula tokoh yang memiliki sifat jahat. Tokoh bersifat jahat disebut antagonis. Tahukah kamu siapa tokoh protagonis dan tokoh antagonis pada cerita di atas? Ayo, lakukan kegiatan berikut.
Tokoh protagonis :  tokoh yang memiliki sifat baik hati.
Tokoh antagonis :  tokoh yang memiliki sifat jahat.

>>> Halaman 47 - 48

*Ayo Berlatih*

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan cerita berjudul Kisah Putri Tangguk

1. Apa jenis cerita fiksi berjudul Kisah Putri Tangguk?

Jawaban:

Cerita rakyat/cerita legenda. Karena cerita Putri Tangguk merupakan karya fiksi yang berkembang melalui mulut ke mulut (berasal dari daerah Jambi).  

2. Siapa saja tokoh dalam cerita berjudul Kisah Putri Tangguk?

Jawaban:

Putri Tangguk adalah nama ibu dari 7 anak dalam cerita ini. Kisah ini menceritakan tentang kehidupan Putri Tangguk dan keluarganya.

3. Siapa tokoh utama dan tokoh tambahan dalam cerita di atas?

Jawaban:

Tokoh utama: Putri Tangguk, 
Tokoh tambahan: Suami Putri Tangguk, ketujuh anaknya, padi-padi di sawah.

4. Siapa tokoh protagonis dalam cerita di atas? Jelaskan alasanmu.

Jawaban:

Tokoh protagonis adalah Suami Putri Tangguk, ketujuh anaknya dan padi-padi di sawah. Karena merupakan tokoh yang bersifat baik hati.

5. Siapa tokoh antagonis dalam cerita di atas? Jelaskan alasanmu.

Jawaban:

Tokoh antagonis yaitu Putri Tangguk, karena tokoh yang bersifat jahat, tidak bersyukur terhadap rezeki yang telah diberikan oleh Tuhan YME sehingga dia jatuh miskin.

Saat membaca di perpustakaan rumah, Gultom dan Puspa bercerita kepada Beni. Mereka menceritakan tentang kebiasaan ayah mereka. Paman Tagor dulu suka menggendong Gultom dan Puspa sambil menyanyikan lagu. Lagu yang dinyanyikan Paman Tagor berjudul ”Injit-Injit Semut”. Lagu tersebut merupakan lagu dari Jambi. Tahukah kalian tentang lagu tersebut? Ayo, nyanyikan bersamasama.

***Ayo Bernyanyi***

Nyanyikan lagu ”Injit-Injit Semut” bersama teman satu kelas. Perhatikan terlebih dahulu cara gurumu menyanyikan lagu tersebut dengan benar.

Injit-Injit Semut
 Injit-Injit Semut www. simplenews.me
injit injit semut www.simplenews.me

Bernyanyi dengan baik membutuhkan teknik seperti intonasi dan tempo. Intonasi merupakan cara bernyayi mencapai ketepatan bunyi tiap nada. Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara yang tidak sumbang dan enak didengar. Untuk mendapatkan intonasi yang baik kamu dapat menyanyikan nada-nada berikut secara berulang tanpa mengandalkan otot-otot leher dan berteriak. Nada-nada tersebut dapat dinyanyikan dengan tempo lambat, sedang, dan cepat.

tempo lambat, sedang, dan cepat. www.simplenews.me

Kecepatan lagu diukur dengan alat pengukur yang disebut Metronome Maelzel atau disingkat MM. Metronome Maelzel ini akan memberikan petunjuk seberapa cepat atau lambatnya lagu dinyanyikan. Sebagai contoh lagu “Timang-Timang Anakku Sayang” ditulis dengan tempo andante. Kecepatan tempo  andante72-76 MM, artinya lagu harus dinyanyikan dalam kecepatan 72-76 ketukan yang tetap dalam waktu satu menit. MM 72-76 termasuk tempo sedang.

Tempo lagu dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a.  tempo lambat, contoh lento= lambat (56-58 MM) ;
b.  tempo sedang, contoh andante= seperti orang berjalan (72-76 MM);
c.  tempo cepat, contoh allegro= cepat, hidup, dan riang (132-138 MM)

>>> Halaman 50

***Ayo Berlatih***

1. Amatilah teks lagu “Injit-Injit Semut”. Identifikasi tinggi rendah nada dari notasi angka lagu di depan. Apa yang kamu temukan? Buatlah garis melodi pada syair yang kamu tulis.

Jawaban :
Ada nada rendah, sedang dan tinggi. Pada nada rendah terdapat tanda titik dibawah setiap notasi angka dan tanda titik diatas setiap angka menunjukan bahwa notasi tersebut tinggi.

2. Sekarang giliranmu mempelajari lagu tersebut. Dengarkan penjelasan guru. Bersama dengan kelompokmu, nyanyikan lagu “Injit-Injit Semut” dengan tempo dan tinggi rendah nada yang tepat. Simaklah saat kelompok lain menyanyikan lagu tersebut!

3.Apa yang kamu rasakan ketika menyanyikan lagu tersebut? Jelaskan jawabanmu!

Jawaban : Senang karena baru tau lagu injit-injit semut

4. Jelaskan tempo dan tinggi rendah nada dalam lagu tersebut!

Jawaban : Tempo= 90 . 4/4 agak cepat

5. Apa saja lagu daerahmu? Tuliskan judul dan makna lagu tersebut!

Jawaban : 
Manuk Dadali
Cipt. Sambas Mangundikarta
Makna: Lagu Manuk Dadali adalah salah sebagai salah satu lagu yang berbahasa sunda berasal dari provinsi Jawa Barat yang arti dalam bahasa Indonesianya yaitu Burung Garuda.
Lagu manuk dadali di ciptakan oleh Sambas Mangundikarta, adalah seorang pria kelahiran Bandung, 21 September 1926. Beliau ini adalah merupakan penulis lagu berbahasa sunda.

>>> Halaman 51

***Ayo Renungkan***

Apa yang telah kamu pelajari hari ini?

Jawaban:

Mengenal berbagai macam sifat individu, tinggi rendahny nada lagu injit injit semut dan kerjasama kelompok.

Apa keragaman sifat yang ada dalam keluargamu?

Jawaban: Ada yang ceria, egois, pengertian, malas, usil dan sebagainya.

Apa manfaat keragaman sifat dalam keluargamu?

Jawaban:

1. Memahami sifat antar anggota keluarga

2. Membentuk rasa saling menghormati dan menghargai

3. Mengetahui cara bersikap dalam menghadapi masalah

4. Meminimalisir adanya perselisihan

5. Menjaga keharmonisan keluarga

6. Meningkatkan hubungan kekeluargaan

***Kerja Sama dengan Orang Tua***

Pada Pembelajaran 2 kamu sudah mencatat syair lagu daerah yang dinyanyikan oleh orang tuamu. Sekarang, mintalah kepada orang tuamu untuk mengajarimu menyanyikan lagu daerahmu.

*) Disclaimer: Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

(Tribun Pontianak/Dhita Mutiasari)

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul KUNCI JAWABAN Tema 8 Kelas 4 Halaman 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Subtema 1 Pembelajaran 5

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved