Breaking News:

Kunci Jawaban

KUNCI JAWABAN Tema 8 Kelas 4 SD Subtema 2, Tokoh-tokoh dalam Cerita Berjudul 'Terjadinya Selat Bali'

Berikut ini pemahaman kunci jawaban Tema 8 kelas 4 SD/MI Subtema 2 pembelajaran 2 halaman 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, 83, dan 84.

Buku Tematik SD kurikulum 2013 edisi revisi 2018
Kunci jawaban Tema 8 kelas 4 SD/MI 

Contoh Tari Kreasi Baru:
1. Tari Apuse, Daerah Asal Papua
2. Tari Manuk Rawa, Daerah Asal Bali
3. Tari Merak, Derah Asal Jawa Barat

Dayu teringat dengan neneknya. Nenek Dayu tinggal di Pulau Bali. Dayu sering mengunjungi neneknya yang tinggal di Pulau Bali. Dayu menyeberang dari Pulau Jawa ke Pulau Bali menggunakan kapal feri. Pulau Bali dan Pulau Jawa dihubungkan oleh sebuah selat. Selat itu bernama Selat Bali. Asal usul terjadinya Selat Bali diceritakan dalam sebuah cerita. Bagaimana ceritanya?
Mari kita simak bersama.

>>> Halaman 76 - 77

***Ayo Membaca***
Bacalah teks cerita berikut!

Terjadinya Selat Bali

Manik Angkeran adalah putra Sidhimantra, seorang Brahmana. Manik Angkeran dan ayahnya tinggal di Kerajaan Daha, Bali saat Pulau Bali belum terpisah dengan Pulau Jawa. Manik Angkeran suka sekali menghambur-hamburkan harta orang tuanya.

Berulang kali Sidhimantra menasihati anaknya. Namun, Manik Angkeran tidak mau mendengarkan nasihat ayahnya. Harta orang tuanya pun dihabiskan. Bahkan, dia berani berutang kepada orang lain. Pada akhirnya Manik dikejar-kejar penagih utang. Sidhimantra tidak tega. Hartanya sudah habis, tapi Sidhimantra tidak mau anaknya celaka.

Suatu saat, Sidhimantra mendapat petunjuk lewat mimpi untuk meminta pertolongan pada Naga Besukih di Gunung Agung. Naga Besukih adalah naga hijau besar, ekornya penuh dengan emas dan permata. Sidhimantra segera bergegas untuk menemui Naga Besukih di Gunung Agung.

Sidhimantra menjelaskan maksud kedatangannya kepada Naga Besukih. Sidhimantra meminta sedikit harta untuk membayar utangutang Manik Angkeran. Naga Besukih bersedia untuk membagi sebagian hartanya. Naga Besukih mulai menggoyang-goyangkan ekornya, seketika beberapa emas dan permata pun rontok.

Sayangnya, harta yang didapat ayahnya kembali digunakan Manik Angkeran untuk berfoya-foya. Manik Angkeran yang kehabisan harta akhirnya mencari tahu tempat ayahnya mendapat harta. Seseorang memberitahunya bahwa Sidhimantra memperoleh harta dari Naga Besukih. Manik Angkeran segera menemui Naga Besukih di Gunung Agung seperti yang telah dilakukan ayahnya.

“Naga Besukih, sudilah kiranya kau bagi sedikit hartamu untuk membayar utang-utangku,” kata Manik Angkeran kepada Naga Besukih.

“Aku sudah memberi ayahmu, Sidhimantra emas dan permata. Apakah itu masih kurang?” kata Naga Besukih sedikit kesal.

“Aku mohon, beri aku sedikit lagi hartamu Naga Besukih yang murah hati,” mohon Manik Angkeran kepada Naga Besukih.

”Baiklah, aku akan mengabulkan permintaanmu, asal kau berjanji tidak akan berfoya-foya lagi,” kata Naga Besukih.

Naga Besukih akhirnya luluh. Dia mulai menggoyangkan ekornya. Manik Angkeran silau melihat begitu banyak emas dan permata yang menempel di ekor Naga Besukih. Dia segera memotong ekor Naga Besukih dengan pedang. Namun, Naga Besukih berhasil menghindar. Dia segera menyemburkan api dari mulutnya sehingga Manik Angkeran terbakar menjadi abu. Sidhimantra yang melihat kejadian itu segera memohon kepada Naga Besukih untuk menghidupkan kembali Manik Angkeran.

“Wahai Naga Besukih, sudikah kau menghidupkan kembali anakku Manik Angkeran? Beri dia kesempatan untuk memperbaiki diri,” mohon Sidhimantra.

“Aku akan menghidupkan Manik Angkeran lagi. Tapi dengan satu syarat, Manik Angkeran tidak boleh pulang bersamamu. Dia harus tinggal bersamaku dan menjadi muridku. Aku akan mengajarkan dia menjadi orang yang baik dan berilmu.” Kata Naga Besukih sambil menghela napas.

“Baiklah, Naga Besukih. Aku serahkan anakku kepadamu untuk dididik menjadi anak yang baik,” jawab Sidhimantra.

Akhirnya, Manik Angkeran hidup kembali. Sidhimantra segera mengeluarkan tongkat dan membuat garis memisahkan dirinya dan anaknya. Garis itu mengeluarkan air yang deras dan memisahkan Gunung Agung dengan sekitarnya. Sampai sekarang, garis itu dikenal sebagai Selat Bali yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Bali.
Disadur dari:Dian. K, 100 Cerita Rakyat Nusantara, Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 2016.

>>> Halaman 78

1.    Sebutkan tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita berjudul ”Terjadinya Selat Bali”!

Jawaban:

Tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita berjudul “Terjadinya Selat Bali” yaitu Manik Angkeran, Sidhimantra, dan Naga Besukih.

2. Pada Pembelajaran di Subtema 1 kamu telah mempelajari tentang tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Apa yang dimaksud dengan tokoh protagonis? Apa yang dimaksud dengan tokoh antagonis? Jelaskan!

Jawaban:

Tokoh protagonis adalah tokoh yang bersifat baik. Tokoh antagonis adalah tokoh yang bersifat tidak baik.

3. Tuliskan tokoh antagonis yang terdapat dalam cerita berjudul ”Terjadinya Selat Bali”!

Jawaban:

Tokoh antagonis yang terdapat dalam cerita berjudul “Terjadinya Selat Bali” yaitu Manik Angkeran.

4. Tuliskan tokoh protagonis yang terdapat dalam cerita berjudul ”Terjadinya Selat Bali”!

Jawaban:

Tokoh Protagonis yang terdapat dalam cerita berjudul “Terjadinya Selat Bali” yaitu Sidhimantra dan Naga Besukih.

>>> Halaman 79

***Ayo Menulis***

Carilah sebuah cerita rakyat yang berasal dari daerahmu. Tulis kembali cerita rakyat dari daerahmu dalam kolom di bawah ini.

Jawaban:

Contoh cerita rakyat “Legenda Batu Menangis “ dari Kalimantan Barat.

Pada zaman dahulu kala, di atas sebuah bukit kecil yang jauh dari pemukiman penduduk, di daerah Kalimantan Barat hiduplah seorang janda yang sangat miskin bersama seorang anak gadisnya.

Anak gadis nya sangat cantik, bentuk tubuhnya sangat indah, rambutnya terurai mengikal sampai ke mata kaki. Poni rambutnya tersisir rapi dan keningnya sehalus batu cendana. Namun sayang nya ia memiliki sifat yang buruk.

Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.

Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.

Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.

Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.

Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, “Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?”

Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
“Bukan,” katanya dengan angkuh. “Ia adalah pembantuku !”

Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.

“Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?” “Bukan, bukan,” jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. ” Ia adalah budakk!”

Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.

“Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia….”

Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

” Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu…Ibu…ampunilah anakmu..” Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut ” Batu Menangis “.

Demikianlah cerita berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sebutkan tokoh protagonis dan antagonis dalam cerita yang telah kamu tulis!

Jawaban:

-       Protagonisnya adalah ibunya.

-       Antagonis adalah anak yang dikutuk menjadi batu menangis

>>> Halaman 80

Dayu selesai berlatih tari. Dayu pulang dengan mengendarai sepeda. Mulanya, Dayu mengayuh sepeda perlahan. Kemudian, Dayu mengayuh sepeda semakin cepat. Sepeda Dayu mengalami perubahan kecepatan dari lambat menjadi cepat. Dayu mengayuh sepeda, berarti Dayu melakukan gaya otot. Jadi, dapat disimpulkan bahwa gaya dapat mengubah kecepatan gerak benda

Pada pembelajaran lalu kamu telah mempelajari tentang pengaruh gaya terhadap gerakan benda. Masih ingatkah kamu, apa saja pengaruh gaya terhadap gerakan benda? Mari ingat kembali melalui latihan berikut.

>>> Halaman 81 - 82

***Ayo Berlatih***

Kamu telah mengenal tentang gaya. Gaya dapat memengaruhi gerakan benda. Ayo ingat kembali, apa saja macam pengaruh gaya terhadap gerakan benda? Tuliskan dalam kotak di bawah ini.
Macam Pengaruh Gaya Terhadap Gerakan Benda
1. ..............................................................................
2. ..............................................................................
3. ..............................................................................

Jawaban :
1. Gaya mengayuh mengakibat kan sepeda menjadi bergerak
2. Gaya memengaruhi arah gerak suatu benda.
3. Gaya memengaruhi arah gerak suatu benda.

Setelah menuliskan pengaruh gaya terhadap benda, lakukan kegiatan berikut.
1. Carilah gambar peristiwa gerakan benda, misalnya seorang bapak sedang mendorong mobil, motor, dan gerobak, anak sedang memantulkan bola, dan anak sedang mengayuh sepeda.

anak sedang memantulkan bola www.simplenews.me
anak sedang memantulkan bola
mendorong ayunan www.simplenews.me
mendorong ayunan
anak mengayuh sepeda www.simplenews.me
anak mengayuh sepeda
tukang bakso mendorong gerobak www.simplenews.me
tukang bakso mendorong gerobak
mendorong mobil www.simplenews.me
mendorong mobil

2. Tempelkan gambar yang telah kamu peroleh pada kotak dalam tabel berikut. Berilah keterangan mengenai pengaruh gaya terhadap gerakan bendanya.
Menempel Gambar Peristiwa Gerakan Benda

Jawaban :

Menempel Gambar Peristiwa Gerakan Benda www.simplenews.me

>>> Halaman 83

***Ayo Renungkan***

Apa pengetahuan yang kamu pelajari dari pembelajaran hari ini?

Jawab : belajar macam bentuk gaya dan pengaruhnya.

Tuliskan dalam kotak di bawah ini. Apa manfaat pembelajaran yang telah kamu lakukan hari ini? Jelaskan!

Jawab : 

Saya telah mempelajari ilmu kehidupan, bagaimana cara menjalani kedupan dengan baik, seperti bersabar atas segala sesuatu dan selalu bersyukur atas kehidupan kita ini.

Pembelajaran kehidupan ini sangat memberi manfaat yang banyak kepada saya, saya bisa mengambil banyak ilmu dari kehidupan ini.

Bagaimana perasaanmu selama belajar?

Jawab : 

Menyenangkan 
seru
bahagia

Karena mendapat ilmu yang banyak>>> Halaman 84

***Kerja Sama dengan Orang Tua***

Setiap daerah memiliki tari kreasi tersendiri. Carilah informasi dengan berdiskusi bersama orang tuamu mengenai ragam tari kreasi daerah yang berasal dari daerahmu.

Jawaban: Ragam tari kreasi daerah, silahkan pilih sesuai nama daerahmu dibawah ini.

Sebutkan contoh tari tunggal beserta asal daerahnya!

1.    Jawa Timur               = Tari Talendhek, Tari Gandrung, Tari Jejer,
2.    Jawa Tengah            = Tari Gambyong, Tari Cokek, Tari Bondan, Tari Gambir Anom, Tari Gatotkaca Gandrung
3.    Jawa Barat                = Tari Jaipong, Tari Topeng Cisalak, Tari Sintren, Tari Jaipongan, Tari Dewi Anjasmara, Tari Merak, Tari Kandagan
4.    Sumbawa                  = Tari Batek
5.    Bali                             = Tari Merak, Tari Pendet, Tari Panji Semirang, Tari Srikandi, Tari Taruna Jaya
6.    Kalimantan Timur      = Tari Kancet Ledo atau Gong, Tari Kancet Lasan
7.    Papua                        = Tari Mancing
8.    Sumatera Selatan    = Tari Tanggai

Sebutkan contoh tari berpasangan beserta asal daerahnya!

1.    Sumatra Utara          = Tari Serampang Dua Belas
2.    Sumatra Barat          = Tari Payung, Tari Piring
3.    Bali                             = Tari Legong, Tari Janger, Tari Oleg Tambulilingan
4.    Jawa Barat                = Tari Ketuk Tilu, Tari Keurseus, Tari Rendeng Bojong, Tari Jaipong, Tari Daun Pulus Keser Bojong, Tari Kaleran, Tari Sugriwa, Tari Subali, Tari Wayang, Tari Cikeruhan
5.    Jawa Tengah            = Tari Bambangan Cakil, Tari Srikandi Burisrawa, Tari Srikandi Cakil, Tari Adaninggar Kelaswara, Tari Srikandi Mustakeweni, dan Tari Pemburu Kijang
6.    Jawa Timur               = Tari Jaran Goyang
7.    Yogyakarta                = Tari Umarmaya – Umarmadi, Tari Golek Menak
8.    Papua                        = Tari Mapia, Tari Gale-gale, Tari Yosim
9.    Riau                           = Tari Zapin

Sebutkan contoh tari kelompok beserta asal daerahnya!

1.    Aceh                           = Tari Saman, Tari Ranup Lampuan
2.    Bali                             = Tari Kecak
3.    Sulawesi Selatan     = Tari Kipas Pakarena,
4.    Yogyakarta                = Tari Bedhaya Ketawang
5.    Jawa Tengah            = Tari Serimpi
6.    Kalimantan Timur    = Tari Gantar
7.    Sulawesi Utara         = Tari Maengket
8.    Maluku                       = Tari Cakalele
9.    Sulawesi Selatan     = Tari Tor-tor
10. Jawa Timur               = Tari Reog

Sebutkan contoh tari kreasi baru beserta asal daerahnya!

1.    Sumbawa                  = Tari Nguri
2.    Jawa Tengah            = Tari Kuntulan, Tari Manipuren
3.    Jawa Barat                = Tari Merak
4.    Jawa Timur               = Tari Banjar Kemuning,
5.    Yogyakarta                = Tari Rampak, Tari Rara Ngigel, Tari Ongkek Manis, Tari Manipuri, Tari Roro Wilis
6.    Bali                             = Tari Kupu-Kupu, Tari Manuk Rawa
7.    Jakarta                       = Tari Yapong

Sebutkan contoh tari tradisional beserta asal daerahnya!

1.    Aceh                           = Tari seudati, Tari Saman
2.    Sumatera Utara        = Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor – Tor
3.    Sumatera Barat        = Tari Piring, Tari Payung
4.    Sumatera Selatan    = Tari Putri Bekhusek, Tari Tanggai
5.    Riau                            = Tari Tandak, Tari Joget Lambak
6.    Kepulauan Riau        = Tari Zapin, Tari Melemang
7.    Jambi                         = Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan
8.    Bangka Belitung       = Tari Campak
9.    Bengkulu                   = Tari Andun, Tari Bidadari
10. Lampung                   = Tari Jangget, Tari Malinting
11. Jakarta                       = Tari Cokek, Tari Gitek Balen
12. Jawa Barat                 = Tari Merak
13. Banten                       = Tari Walijamaliha
14. Jawa Tengah             = Tari Gambyong
15. Yogyakarta                = Tari Golek Menak
16. Jawa Timur                = Tari Remo
17. Bali                             = Tari Legong
18. NTB                            = Tari Batu Nganga
19. NTT                            = Tari Gareng Lameng
20. Kalimantan Barat       = Tari Monong
21. Kalimantan Tengah    = Tari Balean Dadas
22. Kalimantan Selatan   = Tari Baksa Kembang
23. Kalimantan Timur      = Tari Gong
24. Kalimantan Utara      = Tari Kancet Ledo
25. Sulawesi Utara          = Tari Bosara
26. Sulawesi Barat          = Tari Toerang Batu
27. Sulawesi Tengah       = Tari Lumense
28. Sulawesi Tenggara    = Tari Balumpa
29. Sulawesi Selatan       = Tari Kipas
30. Gorontalo                   = Tari Polopalo
31. Maluku                       = Tari Lenso
32. Maluku Utara             = Tari Cakalele
33. Papua Barat              = Tari Perang
34. Papua                        = Tari Musyoh

*) Disclaimer: Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

(Tribun Pontianak/Dhita Mutiasari)

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul KUNCI JAWABAN Tema 8 Kelas 4 Halaman 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 Subtema 2 Pembelajaran 2

Ikuti kami di
Editor: Talitha Desena
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved