Breaking News:

Baru Bebas Juni 2020, Nazaruddin Kini Andil Kudeta AHY, Bagi-bagi Uang ke Peserta KLB 2M Sehari

Mantan terdakwa kasus korupsi Wisma Atlet ini menjadi salah satu yang menentang kepemimpinan AHY.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin kini bebas murni pada Kamis (13//8/2020). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Baru bebas Juni 2020 silam, Nazaruddin yang juga merupakan mantan bendahara umum Demokrat lah sosok yang andil dalam bagi-bagi uang kepada kader yang bersedia mengkhianati AHY.

Ia mendadak muncul kembali mengenakan atribut Partai Demokrat.

Mantan terdakwa kasus korupsi Wisma Atlet ini menjadi salah satu yang menentang kepemimpinan AHY.

Sosok Nazaruddin yang tertangkap kamera terlihat mengenakan jas Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang dislenggarakan di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (5/3/2021).

Kehadiran Nazaruddin dalam KLB yang diselenggarakan kelompok yang kontra dengan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu dikonfirmasi oleh Mantan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Kotamobagu Gerald Piter Runtuthomas.

Mulanya Gerlad diiming-imingi uang sebesar Rp 100 juta agar berkenan hadir di KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Saya ikut karena diiming-imingi uang yang besar, Rp 100 juta. Yang pertama, kalau saya tiba di lokasi maka dapatkan 25 persen dari Rp 100 juta yaitu Rp 25.000.000, selesai KLB akan mendapatkan sisanya yaitu Rp 75 juta," kata Gerald dalam video dalam video testimoni yang ditayangkan dalam konferensi pers AHY pada Senin (8/3/2021) melalui akun Youtube Agus Yudhoyono.

Namun ternyata sesampainya di lokasi KLB ia hanya memperoleh uang sebesar Rp 5 juta. Tak hanya Gerald, peserta lain ada pula yang diming-imingi bakal diberi Rp 100 juta dan hanya memperoleh Rp 5 juta di lokasi KLB.

Baca juga: Nazaruddin Disebut Beri Duit 5 Juta ke Peserta KLB Demokrat, Kubu AHY: Maka Total Rp 2 Miliar Sehari

Baca juga: Meski Kecewa, AHY Siap Maafkan Aksi Kudeta yang Dilakukan Moeldoko : Apabila Beliau Sadar

Gerald dan sejumlah peserta lain yang diiming-imingi uang tersebut pun melayangkan protes karena tak mendapat besaran uang yang dijanjikan.

Peserta KLB yang protes itu antara lain berasal dari Maluku, Papua, dan Sulawesi Utara, termasuk dirinya. Ia tidak terima hanya mengantongi Rp 5.000.000 karena merasa telah berkorban dengan melawan ketua DPC di daerahnya untuk dapat hadir di KLB tersebut.

HALAMAN 2 >>>>>>>

Ikuti kami di
Editor: Salma Fenty Irlanda
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved