Breaking News:

Isu Jabatan Presiden 3 Periode 'Berbahaya & Tentang Reformasi', Jokowi Diingatkan Hati-hati

Mencuatnya isu jabatan presiden menjadi tiga periode menjadi perhatian banyak pihak.

Kompas.com/ Wisnu Widiantoro
Presiden Jokowi perintahkan Mendagri menegur para bupati, walikota dan gubernur yang lalai tegakkan aturan protokol kesehatan 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Mencuatnya isu jabatan presiden menjadi tiga periode menjadi perhatian banyak pihak.

Presiden Jokowi juga diimbau hati-hati dengan munculnya isu tersebut.

Pasalnya, ide ini merupakan hal berbahaya yang bisa mencederai hakikat reformasi.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyatakan, wacana mengubah masa jabatan presieden menjadi tiga periode merupakan wacana yang berbahaya.

Hal ini disampaikan Mardani menanggapi pernyataan pendiri Partai Ummat Amien Rais yang menyebut ada skenario mengubah masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode.

"Ini berbahaya. Masyarakat dan kita semua wajib menjaga agar tidak ada gerakan, ide, gagasan presiden 3 periode karena ini bertentangan dengan reformasi dan dapat membuat demokrasi kita mati," kata Mardani saat dihubungi, Senin (15/3/2021).

Mardani menuturkan, Presiden Joko Widodo memang telah menyatakan menolak rencana masa jabatan presiden 3 periode pada 2019 lalu.

Baca juga: Dilema Jokowi Jika Tanggapi Moeldoko Kudeta AHY, Posisi Serba Salah, Opsi Pemecatan Mencuat

Baca juga: Rocky Gerung Sebut Jokowi Produk Gagal, Aktivis Ini Geram: Presiden Itu Institusi Pimpinan Tertinggi

Namun, anggota Komisi II DPR itu mengingatkan agar Jokowi berhati-hati dengan pihak-pihak yang ingin mengambil muka atau menjerumuskan.

Sebab, secara hitung-hitungan, peluang amendeman UUD 1945 untuk mengubah masa jabatan presiden terbuka lebar dengan mayoritas parlemen yang dikuasai partai pendukung pemerintah.

"Wajar sebagian pihak berpendapat ada peluangnya karena perimbangan oposisi dengan koalisi sangat jomplang, Apalagi ada gerakan (Partai) Demokrat mau dikooptasi atau sudah dikooptasi," kata dia.

HALAMAN 2 >>>>>>>

Ikuti kami di
Editor: Salma Fenty Irlanda
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved