Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksin AstraZeneca Bisa Digunakan, Mulai Didistribusikan Pekan Depan, Direkomendasikan MUI dan BPOM

Direkomendasikan MUI dan BPOM, vaksin AstraZeneca bisa digunakan dan mulai didistribusikan pekan depan.

Editor: ninda iswara
Shutterstock
Ilustrasi Vaksin AstraZeneca 

TRIBUNNEWSMAKER.COM  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan dimulainya penggunaan vaksin Covid-19 Astrazeneca setelah melakukan sejumlah kajian.

BPOM dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/3/2021) kemarin, menyebutkan manfaat pemberian vaksin Astrazeneca lebih besar diandingkan dengan risiko yang ditimbulkan.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menunda pendistribusian vaksin COVID-19 AstraZeneca sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah terhadap vaksin, setelah isu penggumpulan darah usia vaksinasi AstraZeneca terjadi di beberapa negara di Eropa.

BPOM menyebutkan telah melaksanakan pengkajian lebih lanjut bersama dengan tim pakar Komnas Penilai Obat,

Komnas PP Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) terkait dengan penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca di sejumlah negara di Eropa pada Jumat (19/3) kemarin.

Dr Andy Wakeman menyiapkan dosis vaksin Oxford / AstraZeneca Covid-19 saat anggota masyarakat menunggu untuk menerima dosis vaksin di katedral Lichfield, yang telah diubah menjadi pusat vaksinasi sementara, di Lichfield, Inggris tengah pada 18 Maret 2021.
Dr Andy Wakeman menyiapkan dosis vaksin Oxford / AstraZeneca Covid-19 saat anggota masyarakat menunggu untuk menerima dosis vaksin di katedral Lichfield, yang telah diubah menjadi pusat vaksinasi sementara, di Lichfield, Inggris tengah pada 18 Maret 2021. (Oli SCARFF / AFP)

Pertemuan itu menghasilkan rekomendasi bahwa saat ini angka kejadian COVID-19 global, termasuk di Indonesia masih tinggi, sehingga walaupun pemberian vaksinasi mungkin dapat menimbulkan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), namun risiko kematian akibat COVID-19 jauh lebih tinggi.

Oleh karena itu, sebut BPOM, masyarakat tetap harus mendapatkan vaksinasi COVID-19 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Baca juga: Masyarakat Umum Diprediksi Terima Vaksinasi Covid-19 Paling Cepat Mei 2021, Diperkirakan Mulai April

Baca juga: APAKAH Vaksinasi Covid-19 Bisa Membatalkan Puasa Ramadhan 2021? Simak Penjelasan dari MUI

Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 17 November 2020.
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 17 November 2020. (JUSTIN TALLIS / AFP)

“Manfaat pemberian vaksin COVID-19 AstraZeneca lebih besar dibandingkan risiko yang ditimbulkan, sehingga vaksin COVID-19 AstraZeneca dapat mulai digunakan,” kata BPOM.

BPOM menyebut, dalam informasi produk vaksin COVID-19 AstraZeneca telah dicantumkan peringatan kehati-hatian penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca pada orang dengan trombositopenia dan gangguan pembekuan darah.

Sebagaimana TribunNewsmaker.com kutip dari Tribunnews.com berjudul : Direkomendasikan MUI dan BPOM, Vaksin Astrazeneca Bisa Digunakan, Pekan Depan Mulai Didiistribusikan, vaksin COVID-19 AstraZeneca yang diterima di Indonesia melalui COVAX facility diproduksi di Korea Selatan dengan jaminan mutu sesuai standar persyaratan global untuk Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved