Breaking News:

Penanganan Covid

Banyak yang Pamer Sertifikat Vaksin, Ini Sederet Bahayanya, Data Pribadi Bisa Disalahgunakan

Ini sederet bahaya jika nekat pamer sertifikat vaksinasi Covid-19, bisa disalahgunakan.

Editor: ninda iswara
freepik.com
Ilustrasi vaksin (freepik.com) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tak menyebarluaskan sertifikat digital yang diperoleh setalah melakukan vaksinasi.

Bagi masyarakat yang telah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19, akan mendapat kartu vaksinasi berbentuk fisik.

Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan sertifikat berbentuk digital yang bisa diunduh melalui situs pedulilindungi.id.

Untuk masyarakat yang telah menerima sertifikat ini, pemerintah mengingatkan agar tidak menyebarluaskan atau membagikannya melalui media sosial.

Sebagaimana TribunNewsmaker.com kutip dari Tribunnews.com berjudul : Bahaya Pamer Sertifikat Vaksin, Data Pribadi Bisa Disalahgunakan, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan hal ini untuk menjaga keamanan data pribadi masyarakat yang menerima vaksin tersebut.

"Penting untuk diketahui, di dalam sertifikat bukti tersebut terdapat data pribadi dalam bentuk QR code yang dapat dipindai. Maka, gunakan sertifikat tersebut sesuai kebutuhannya, karena tersebarnya data pribadi dapat membawa resiko bagi kita," kata Wiku dalam keterangannya, dikutip dari situs Covid19.go.id.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, juga mengimbau masyarakat agar melindungi data pribadi dengan tidak menyebarluaskan sertifikat digital dari aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Daerah Pelosok, Sambangi Kecamatan Kao, Halmahera Utara

Baca juga: Kemenkes Sebut Vaksin AstraZeneca Telah Dipakai di 70 Negara, Banyak yang Warganya Mayoritas Muslim

“Ingin saya sampaikan agar sertifikat Vaksinasi ini jangan diupload atau diunggah di media sosial,” ujarnya usai meninjau Vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi awak media di Hall Basket Senayan, Jakarta, Selasa (16/03/2021).

Menteri Johnny menegaskan sertifikat digital hanya digunakan secara pribadi dan hanya untuk keperluan khusus, karena dalam sertifikat tersebut terdapat QR Code yang wajib dilindungi.

“Di dalam QR Code itu ada data pribadi, jadi sertifikat digital kita peroleh, tapi di saat bersamaan kita menjaga data pribadi kita, dengan cara tidak mengedarkannya untuk kepentingan yang tidak semestinya,” jelasnya, dikutip dari situs Kominfo.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved