Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksin Covid-19 Terbatas, Presiden Jokowi Sebut akan Melimpah di Bulan Juli - Agustus, Sudah Pesan

Presiden Jokowi sebut vaksin Covid-19 saat ini terbatas, akan melimpah di bulan Juli - Agustus.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). Acara simulasi vaksinasi dihadiri Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada kepala daerah untuk menyusun strategi yang tepat dalam menjalankan program vaksinasi Covid-19.

Pasalnya, saat ini jumlah dosis vaksin masih terbatas. 

Presiden juga mengatakan, dosis vaksin akan datang bertahap setiap bulannya.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutan Munas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2021, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (26/3/2021).

"Karena vaksinnya terbatas dan datangnya pelan-pelan. Kita sudah booking 426 juta dosis vaksin tapi datangnya dikit-dikit. Ini datang baru awal 7 juta, naik lagi 11 juta, dikit-dikit baru mungkin melimpah Juli atau Agustus, baru mungkin per bulan 60-70 juta," kata Jokowi.

Sebagaimana TribunNewsmaker.com kutip dari Tribunnews.com berjudul : Jokowi: Vaksin Covid Terbatas, Akan Melimpah di Juli-Agustus, selain itu, Presiden Jokowi mengingatkan para bupati untuk memastikan proses vaksinasi berjalan dengan cepat.

Mulai dari kesiapan vaksinator dan target setiap kabupaten yang harus divaksinasi.

Baca juga: Kegunaan Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Jubir Siti Nadia Tarmizi Jelaskan, Beri Imbauan Ini

Baca juga: Dekati Masa Kedaluwarsa, Vaksinasi AstraZeneca Dikebut, Ini Daerah yang Jadi Sasaran

Karena, Jokowi ingin setiap kabupaten memahami jumlah target vaksin yang harus dilaksanakan di daerah. Jangan sampai, target itu tak diperhatikan dengan detail.

"Bupati harus ngerti, Oh 182 ribu, Pak (yang divaksin,red)'. Jangan pakai 'kurang lebih 200 ribu, Pak'. Itu enggak ngerti berarti. Harus bisa berapa yang mau divaksin. 212.300 misalnya. Oh detail, berarti ngerti. Tanya kasus harian Covid berapa, 'aduh sebentar tanya ke Dinkes, Pak'. Aduh ini persoalan gede yang semua harus tahu," tegasnya.

(Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda Prasetia)


#vaksin #Covid19 #PresidenJokowi

Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved