Breaking News:

Penanganan Covid

Ada Lonjakan Kasus di Negara Eropa, Kedatangan Vaksin Terbentur Embargo, Jokowi Minta Susun Strategi

Embargo vaksin yang dilakukan beberapa negara di Eropa karena adanya lonjakan kasus covid-19 bakal terjadi.

Kolase TribunStyle (DW Indonesia, YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi dan ilustrasi vaksin 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Embargo vaksin yang dilakukan beberapa negara di Eropa karena adanya lonjakan kasus covid-19 bakal terjadi.

Selain di Eropa peningkatan kasus positif covid-19 juga muncul di India, Brazil dan Amerika Serikat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia juga diprediksi akan mengalami gangguan.

"Kemungkinan itu bisa mengganggu kedatangan vaksin atau ketersediaan vaksin beberapa bulan ke depan terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo," kata Budi, Jumat(26/3/2021).

"Karena memang terjadi lonjakan kasus di beberapa negara termasuk di india," tambah Menkes.

Oleh karena itu kata Budi, saat ini diperlukan kehati-hatian dalam mengontrol laju vaksinasi. Tujuannya agar tidak terjadi kekosongan vaksin ke depannya.

Baca juga: Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 3-17 Dipastikan Belum Tersedia Hingga Saat Ini, BPOM Beri Penjelasan

Baca juga: Vaksin Covid-19 Terbatas, Presiden Jokowi Sebut akan Melimpah di Bulan Juli - Agustus, Sudah Pesan

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 AstraZeneca di Mabes TNI yang dilaksanakan oleh Pusat Kesehatan (Puskes) TNI dan diberikan kepada PNS Unit Organisasi Mabes TNI dengan target 2.850 vaksin, bertempat di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021). Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan 130.000 vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diberikan oleh Pemerintah melalui Menteri Kesehatan, yang akan didistribusikan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI di 10 Provinsi Indonesia. Tribunnews/HO/Puspen TNI
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 AstraZeneca di Mabes TNI yang dilaksanakan oleh Pusat Kesehatan (Puskes) TNI dan diberikan kepada PNS Unit Organisasi Mabes TNI dengan target 2.850 vaksin, bertempat di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021). Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan 130.000 vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diberikan oleh Pemerintah melalui Menteri Kesehatan, yang akan didistribusikan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI di 10 Provinsi Indonesia. Tribunnews/HO/Puspen TNI (Tribunnews/HO/Puspen TNI)

"Sehingga kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan vaksinnya agar tidak ada kekosongan vaksin nantinya," katanya.

Sebagaimana dikutip Tribunnewsmaker.com dair Tribunnews Kedatangan Vaksin Terbentur Embargo, Jokowi Minta Kepala Daerah Susun Strategi, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, per kemarin cakupan vaksinasi di Indonesia akan menembus angka 10 Juta, dengan laju penyuntikan mendekati 500.000 penyuntikan per hari. Diharapkan laju penyuntikan vaksinasi berjalan stabil sesuai dengan ketersediaan vaksin saat ini.

Budi mengatakan, tak terealisasinya target 1 juta vaksinasi per hari terkendala suplai vaksin. Seperti jumlah vaksin di Januari-Februari hanya ada 3 juta dosis, maka vaksin tidak akan dihabiskan dalam 1 hari 1 juta vaksin.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan sambutan saat Peresmian Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RSUI, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021). XL Axiata bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia yang didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kota Depok menggelar program Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit untuk lansia yang berdomisili Depok dan sekitarnya secara drive thru. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan sambutan saat Peresmian Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RSUI, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021). XL Axiata bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia yang didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kota Depok menggelar program Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit untuk lansia yang berdomisili Depok dan sekitarnya secara drive thru. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dengan demikian kecepatan vaksinasi disesuaikan dengan ketersediaan vaksin. Dari bulan Januari sampai Maret perlahan dinaikkan target vaksinasi ke 100 ribu per hari.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved