Breaking News:

Jatuhnya Korban Unjuk Rasa di Myanmar Tuai Kecaman Dunia, 440 Tewas Tertembak, AS Sebut Mengerikan

Aparat keamanan Myanmar membunuh setidaknya 114 orang, termasuk anak-anak, dalam penumpasan brutal terhadap pengunjuk rasa pro-demokrasi pada Sabtu.

AFP PHOTO/STR
Para pengunjuk rasa memegang perisai buatan sendiri saat mereka berlari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada Tabu (3/3/2021). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Korban terus bertambah, aparat keamanan Myanmar membunuh setidaknya 114 orang, termasuk beberapa anak-anak, dalam penumpasan brutal terhadap pengunjuk rasa pro-demokrasi pada hari Sabtu, (27/03/2021).

Hari paling berdarah sejak kudeta militer bulan lalu, laporan berita dan saksi mata seperti dilansir Associated Press, Minggu, (28/03/2021)

Pembunuhan yang terjadi pada Hari Angkatan Bersenjata, menuai kecaman keras dari negara-negara Barat. Duta Besar Inggris Dan Chugg mengatakan pasukan keamanan telah "mempermalukan diri mereka sendiri" dan utusan AS menyebut kekerasan itu mengerikan.

Sebagaimana dikutip dari Kompas 114 Rakyat Myanmar Dibunuh Tentara di Hari Angkatan Bersenjata, Sabtu, Total Sudah 440 Orang Tewas, jet militer juga melancarkan serangan udara di sebuah desa di wilayah yang dikuasai oleh kelompok bersenjata dari etnis minoritas Karen dan membunuh sedikitnya dua orang, kata satu kelompok masyarakat sipil.

Sebelumnya, Serikat Nasional Karen mengatakan telah menyerbu sebuah pos militer dekat perbatasan Thailand, menewaskan 10 orang - termasuk seorang letnan kolonel - dan kehilangan salah satu anggotanya sendiri karena ketegangan dengan militer yang meningkat setelah bertahun-tahun relatif damai.

Panglima Tertinggi Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing memimpin parade tentara pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, Sabtu, 27 Maret 2021. (Sumber: AP Photo)

Jenderal Senior Min Aung Hlaing, pemimpin junta, mengatakan dalam parade Hari Angkatan Bersenjata, militer akan melindungi rakyat dan memperjuangkan demokrasi.

Pengunjuk rasa turun ke jalan pada hari Sabtu, (27/03/2021) di Yangon, Mandalay dan kota-kota lain, seperti yang selama ini mereka lakukan hampir setiap hari sejak kudeta 1 Februari yang menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

Baca juga: Jadi Korban Termuda, Bocah 7 Tahun Ditembak Militer Myanmar saat Minta Pangku : Aku Tidak Bisa Ayah

Baca juga: Sosok Kyal Sin yang Tertembak di Demo Myanmar, Sempat Bilang ke Teman: Duduk, Nanti Kamu Kena Peluru

Portal berita Myanmar Now mengatakan 114 orang tewas di seluruh negeri dalam tindakan keras terhadap protes tersebut. 

Sedikitnya 40 orang, termasuk seorang gadis berusia 13 tahun, tewas di Mandalay, dan sedikitnya 27 orang tewas di Yangon, kata laporan Myanmar Now.

Seorang anak laki-laki berusia lima tahun sebelumnya dilaporkan di antara korban tewas di Mandalay, tetapi kemudian ada laporan yang bertentangan, anak itu kemungkinan selamat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved