Breaking News:

Penanganan Covid

Laju Vaksinasi Melambat, Dampak Terhambatnya Suplai Vaksin Covid-19, Tahap Ketiga Diperkirakan Juni

Suplai vaksin Covid-19 terhambat, laju vaksinasi melambat dan tertunda.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas kesehatan Puskesmas dibantu petugas kepolisian mengambil Vaksin Covid-19 Sinovac saat didistribusikan di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jalan Supratman, Jawa Barat, Rabu (13/1/2021). Dinas Kesehatan Kota Bandung mendistribusikan 25 ribu dosis vaksin Covid-19 Sinovac ke 80 puskesmas, 34 rumah sakit serta klinik-klinik di Kota Bandung untuk kebutuhan vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kesehatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Suplai vaksin Covid-19 ke sejumlah negara termasuk Indonesia terhambat, yang berimbas laju vaksinasi melambat.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, cakupan vaksinasi Maret - Mei seharusnya ditargetkan mencapai 500 ribu suntikan vaksin per hari.

Kemudian Mei - Juni 750 ribu per hari, hingga Juli dan selanjutnya dapat mencapai 1 juta dosis per hari.

"Tapi ini akan terjadi pelambatan karena suplai vaksin yang tidak mencukupi," ujar Nadia dalam diskusi virtual RakyatMerdeka, Jumat (2/4/2021).

Menurutnya, sejak awal pelaksanaan vaksinasi pemerintah optimistis dapat melaksanakan vaksinasi sesuai jadwal.

Seiring berjalan ujar Nadia, di bulan Februari produsen vaksin yang harusnya menyuplai kemudian memundurkan jadwalnya, artinya tidak bisa sesuai dengan jumlah yang diinginkan

"Tiba-tiba bertambah lagi permasalahannya yaitu vaksin dari Covax Facility yaitu vaksin AstraZeneca tidak bisa mengirimkan dengan jumlah yang cukup besar," terang Nadia.

Baca juga: WARGA Amerika yang Telah Divaksin Covid-19 Boleh Bepergian, Tidak Perlu Menunjukkan Hasil Tes

Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Ungkap Perbedaan Kejadian Ikutan & Efek Samping Vaksinasi

Ilustrasi Vaksin AstraZeneca
Ilustrasi Vaksin AstraZeneca (Shutterstock)

Penundaan dua gelombang pengiriman vaksin AstraZeneca yang harusnya tiba Maret dan April mengakibatkan, vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi molor.

"Sehingga kemungkinan besar kita akan mencoba untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat umum lainnya akhir Mei atau di awal Juni," ungkap perempuan berhijab ini, sebagaimana TribunNewsmaker.com kutip dari Tribunnews.com berjudul : Suplai Vaksin Covid-19 Terhambat, Laju Vaksinasi Melambat

Meski demikian, terkait ketersediaan vaksin Nadia menjelaskan, Bio Farma masih memproses 23 juta dosis bahan baku vaksin.

Dari 23 juta vaksin ini, sekitar 7 juta akan didistribusi di bulan April.

"Jadi kita masih punya sekitar 16 juta dosis vaksin yang akan dalam proses dan Sinovac tetap akan mengirimkan kembali vaksin itu sebanyak 10 juta di akhir April," terangnya.

(Tribunnews.com/Rina Ayu)

#vaksinCovid19 #AstraZeneca #Sinovac

Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved