Breaking News:

Penanganan Covid

2 Syarat Wajib Harus Dibuktikan Saat Tubuh Bereaksi Usai Disuntik Vaksin, Komnas KIPI: Butuh Waktu

Ketika tubuh bereaksi usai disuntik vaksin covid-19, benarkah bisa langsung menyebutnya karena reaksi vaksin?

freepik.com
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketika tubuh bereaksi usai disuntik vaksin covid-19, benarkah bisa langsung menyebutnya karena reaksi vaksin?

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan mengungkapkan, ada dua syarat yang harus dipenuhi
jika menyatakan vaksin ini menimbulkan kejadian ikutan pasca imunisasi.

Ilustrasi Vaksin yang Resmi Ditetapkan Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 di Indonesia
Ilustrasi Vaksin yang Resmi Ditetapkan Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 di Indonesia (The Jakarta Post)

"Penting ini jam berapa, tanggal berapa, dan kejadian awalnya itu yang terjadi jam berapa, tanggal, satu hari atau dua hari," ujar Hindra dalam konferensi pers virtual yang digelar Kemenkes, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Lansia Sudah Divaksin, Risiko Terburuk Covid 19 Diprediksi Bakal Segera Menurun

Kedua, harus dapat membuktikan sebab KIPI dari pelaksanaan vaksinasi tidak ada faktor lain.

"Kedua yaitu enggak ada bukti lain cuman ini yang menyebabkan KIPI," ucapnya.

Hindra mengatakan, dalam proses menentukan KIPI proses pengumpulan data memerlukan waktu.

Ilustrasi vaksin Pfizer Vaksin Covid-19 dari Pfizer terbukti 100% efektif dalam menghentikan penyakit serius akibat virus corona pada usia 12 hingga 15 tahun.
Tubuh Bereaksi Usai Disuntik, Benarkah karena Vaksin? Komnas KIPI: Harus Dibuktikan 2 Syarat Ini. (AFP/Freepik)

Jika data yang yang disajikan tidak lengkap maka sulit menyimpulkan itu KIPI.

"Kadang ada memang cepat bisa diketahui tapi mohon dipahami karena kita harus melakukan kajian, tidak sembarangan saja langsung buat kesimpulan dengan data," jelasnya.

KIPI merupakan kejadian medik yang diduga berhubungan dengan vaksinasi.

Kejadian ini dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Candra Isriadhi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved