Breaking News:

Penanganan Covid

Mengenal Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, Ada 62 Juta Dosis Terancam Dibuang, Ini Penjelasannya

Setelah 15 juta dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson rusak, kini 62 juta dosis lainnya dilaporkan terancam dibuang jika terbukti terkontaminasi.

JUSTIN TALLIS / AFP
Foto ilustrasi Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson 17 November 2020. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Setelah 15 juta dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson rusak, kini 62 juta dosis lainnya dilaporkan terancam dibuang jika terbukti terkontaminasi.

Pada bulan Februari lalu, para pekerja di sebuah pabrik yang dijalankan oleh Emergent BioSolutions - sebuah perusahaan bioteknologi Amerika yang dikenal memproduksi vaksin antraks - tanpa sadar mencemari sekitar 15 juta dosis vaksin Johnson & Johnson dengan AstraZeneca.

Dosis tersebut akhirnya rusak secara permanen, New York Times pertama kali melaporkan.

Kini, 62 juta dosis vaksin Johnson & Johnson yang telah dibuat di pabrik itu harus diperiksa untuk memastikan tidak terkontaminasi, lapor The Times.

Jika terkontaminasi, vaksin itu juga harus dibuang.

Sebagaimana dikutip dari Tribunnews 62 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Terancam Harus Dibuang Jika Terbukti Terkontaminasi, pabrik tersebut telah menghasilkan setidaknya 150 juta dosis vaksin Johnson & Johnson secara total.

Tetapi belum ada dosis yang digunakan karena pabrik itu belum disertifikasi oleh regulator untuk mendistribusikan dosis ke publik, lapor The Times.


Botol vaksin Johnson & Johnson Janssen Covid-19 dosis tunggal yang disiapkan oleh St. John's Well Child and Family Center dan Los Angeles County Federation of Labour and Immigrant pada 25 Maret 2021 di Los Angeles, California. Setelah 15 juta dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson rusak, kini 62 juta dosis lainnya dilaporkan terancam dibuang jika terbukti terkontaminasi.
Botol vaksin Johnson & Johnson Janssen Covid-19 dosis tunggal yang disiapkan oleh St. John's Well Child and Family Center dan Los Angeles County Federation of Labour and Immigrant pada 25 Maret 2021 di Los Angeles, California. Setelah 15 juta dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson rusak, kini 62 juta dosis lainnya dilaporkan terancam dibuang jika terbukti terkontaminasi. (Frederic J. BROWN / AFP)

Baca juga: WHO Sebut Adanya Kemungkinan Covid-19 Menular dari Manusia ke Hewan, Ada Kucing hingga Anjing

Baca juga: WASPADA Beredar Masker Medis Palsu, Nasib Tenaga Kesehatan Kian Dipertaruhkan Saat Hadapi Covid-19

Mengenal Vaksin Covid-19 dari Johnson & Johnson, Hanya Butuh Satu Kali Suntikan

Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson telah mendapat izin penggunaan darurat oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada 27 Februari lalu.

Tidak seperti mRNA, vaksin dua dosis dari Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang satu ini membutuhkan hanya satu dosis.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved