Breaking News:

Sempat Dipuji Sekjen PBB, Anies Baswedan Kini Diserang PDIP, Sebut Narasi Tanpa Aksi: Tong Kosong!

Hubungan PDIP Perjuangan dan Anies Basweadan kini dikabarkan semakin memanas.

ISTIMEWA
Virtual forum bertajuk 'Dialogue Between C40 Mayors and UN Secretary General-Advancing Carbon Neutrality and Resilent Recovery for Cities and Nations', yang digelar pada Jumat (16/4/2021) malam, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, berkesempatan menyampaikan gagasan, terobosan, solusi, serta usulan kepada PBB yang kali ini diwakili langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB, António Gutteres. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Hubungan PDIP Perjuangan dan Anies Basweadan kini dikabarkan semakin memanas.

Hal itu tak lepas usai Politisi PDIP Gilbert Simanjuntak menanggapi dingin pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam forum virtual bertajuk 'Dialogue Between C40 Mayors and UN Secretary General-Advancing Carbon Neutrality and Resilent Recovery for Cities and Nations.

Sebagaimana dikutip dari TribunJakarta Pidato Anies Dipuji Sekjen PBB, Politikus PDIP: Narasi Tanpa Aksi, Itu Tong Kosong, dalam pidatonya, Anies memberi terobosan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengatasi masalah perubahan iklim yang kini menjadi masalah global.

Saran dari Anies itu pun langsung disambut antusias oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB António Gutteres yang turut hadir dalam forum tersebut.

Gilbert menilai, pidato itu hanya sekedar narasi lantaran belum diimplementasi dalam bentuk kebijakan di Jakarta.

"Kalau hanya narasi tanpa aksi, maka itu seperti tong kosong," ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (18/4/2021).

Baca juga: Anies Baswedan Peringkat 1 Survei Calon Presiden 2024 Pilihan Anak Muda, Ungguli Ganjar Pranowo

Baca juga: Anies Baswedan & Ahmad Riza Patria Belum Disuntik Vaksin Covid: Pemimpin Harus Pedulikan Rakyat

Selama hampir empat tahun memimpin Jakarta, Gilbert menilai, Anies belum banyak membuat kebijakan untuk menekan emisi karbon di ibu kota.

Bahkan, Jakarta selalu masuk daftar 10 kota terpolusi di dunia versi AirVisual.com hingga 2019 lalu.

Kondisi udara di Jakarta agak membaik di 2020 lalu, dimana DKI berhasil keluar dari daftar 10 besar kota terpolusi di dunia.

Walau demikian, Gilbert menilai, keberhasilan DKI keluar dari daftar 10 besar kota terpolusi bukan hasil kerja keras Anies, melainkan imbas pandemi Covid-19.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved