Breaking News:

Penanganan Covid

Lagi, Aturan Baru untuk Memasuki Jepang Telah Diterbitkan, Pengaturan Soal Visa Semakin Ketat

Per 20 April 2021 Pemerintah Jepang menerbitkan aturan baru mengenai pengaturan visa bagi 152 negara dan wilayah yang hendak memasuki Jepang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pengumuman Kementerian Luar Negeri Jepang, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Per 20 April 2021 Pemerintah Jepang menerbitkan aturan baru mengenai pengaturan visa bagi 152 negara dan wilayah yang hendak memasuki Jepang.

Aturan ini diketahui lebih ketat dari aturan yang sudah ada sebelumnya.

"Untuk sementara waktu, warga negara asing yang telah tinggal di salah satu dari 152 negara/wilayah berikut dalam waktu 14 hari sebelum permohonan pendaratan akan ditolak untuk memasuki Jepang sesuai dengan Pasal 5 ayat (1), butir (xiv) dari Undang-Undang Kontrol Imigrasi dan Pengakuan Pengungsi, kecuali jika terdapat keadaan luar biasa khusus," tulis pengumuman tersebut.

Informasi dapat dibaca pada link ini:
https://www.mofa.go.jp/ca/fna/page4e_001053.html?fbclid=IwAR2teV9w1i3z_oVk7hirEbxVLwxJ1YoIawNpV86tUxvRHDyz9RaUoMHoOVI#section1

Sebagaimana dikutip dari Tribunnews Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Lagi untuk Memasuki Jepang, Pengaturan Visa Semakin Ketat, Penolakan masuk ini tidak berlaku kalau untuk transit saja atau pengisian bahan bakar di Jepang, tetapi dikenakan larangan masuk, tunduk pada penolakan izin masuk, apabila warga asing tersebut memasuki Jepang.

Peraturan yang telah diperbaharui tersebut berlaku pula bagi warga negara Indonesia di samping 151 negara dan wilayah lainnya.

Pembaharuan aturan itu juga terutama kepada masalah karantina di Jepang yang semakin ketat akibat munculnya mutan baru virus corona belakangan ini.

"Mulai 19 Maret 2021, semua pelancong termasuk warga negara Jepang harus menyerahkan sertifikat hasil tes negatif yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum berangkat dari negara/kawasan tempat tinggal pelancong saat memasuki Jepang. Kalau tidak maka mereka ditolak masuk ke Jepang sesuai dengan Undang-Undang Karantina."

"Perusahaan penerbangan akan menolak mereka yang tidak memilikinya," tambahnya.

Silakan berkonsultasi dengan Kedutaan atau Konsulat atau Kantor Konsuler Jepang jika benar-benar sulit untuk mendapatkan sertifikat hasil tes negatif. Mulai 8 Januari 2020, s

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved