Breaking News:

Penanganan Covid

Wapres Minta Menkes Lobi Arab Saudi dan China soal Vaksin Sinovac yang Belum Bisa Jadi Syarat Umrah

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menangani soal vaksinasi jamaah yang hendak umrah.

Dokumentasi Setwapres
Wakil Presiden, Maruf Amin 

"Soal Sinovac, sebenarnya bukan tidak disetujui pak, tidak begitu. Jadi persyaratan yang diberikan pemerintah Saudi untuk bisa terima jemaah umrah, saya nggak bicara haji saja ya," kata pria yang akrab disapa Gua Yaqut itu.

"Kalau umrah itu syaratnya adalah sudah divaksin, kan sudah mulai dibuka mulai Ramadan besok boleh umrah tapi yang sudah divaksin. Vaksinnya itu harus certificated WHO. Jadi sudah disertifikasi WHO, sementara Sinovac belum," imbuhnya.

Lantas, bagaimana dengan nasib jemaah Indonesia?

Gus Yaqut mengatakan, vaksin Sinovac bukan berarti tidak bisa.

Menurutnya, kemungkinan besar Sinovac masih dalam proses mendapatkan sertifikat dari WHO.

Dia juga tak memungkiri saat ini ada perang dagang dan geopolitik berkaitan dengan jual beli vaksin masa pandemi.

"Kalau belum itu bukan berarti tidak, pasti ada proses yang sedang dilakukan agar Sinovac ini bisa teregister oleh WHO. Memang betul ada geopolitik ada perang dagang di situ, tapi itu bukan domain saya untuk jelaskan. Tapi ya itu kira-kira kalau ngomong soal umrah, itu bisa, umrah Ramadan sudah bisa tapi harus vaksin dan vaksinnya harus sertikat WHO," ujarnya.

(Tribunnews/Reza Deni)

#Sinovac #Umrah #MarufAmin

Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved