Breaking News:

Penanganan Covid

Virus Corona Terus Bermutasi, Pakar Sebut Hal Itu Normal, Tidak Semua Berbahaya

Pandemi Covid-19 masih belum teratasi di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lainnya. Bahkan di sejumlah negara terjadi lonjakan kasus virus.

freepik.com/ starline
Update virus corona 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pandemi Covid-19 masih belum teratasi di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lainnya.

Bahkan di sejumlah negara terjadi lonjakan kasus virus corona drastis seperti yang dialami India.

Sebagaimana dikutip dari Tribunnews Virus Corona Terus Bermutasi, Pakar Sebut Tidak Semuanya Berbahaya, Lonjakan kasus di negara Bollywood itu diduga karena adanya varian corona baru B1.617.

Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Erlina Burhan mengatakan mutasi pada virus merupakan sesuatu yang normal dan terus berlangsung selama penularan terjadi.

Meski demikian, tidak semua mutasi menjadi berbahaya atau masuk kategori varian of concern (VoC) sebagai varian yang harus diwaspadai.

"Apalagi virus Sars-Corv II adalah virus mRNA yang lazim bermutasi," tuturnya dalam acara webinar pentingnya jaga imunitas tubuh meski sudah divaksinasi, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Fakta-fakta Covid-19 Varian B1.617 yang Disebut Lebih Menular & Diduga Buat Lonjakan Kasus di India

Baca juga: Ngerinya Covid-19 di India, Viral Jenazah Ibu Positif Corona Diapit Naik Motor, Tak Ada Ambulans

Ia menerangkan, jika mutasi terlalu sering terjadi dan kemudian banyak menimbulkan perubahan maka kelompok yang baru itu sebut sebagai varian baru.

"Ketika variasi yang terbentuk ini berdampak kepada kita, maka itu yang kita sebut varian of condern. Jadi memang tidak semua mutasi ini diwaspadai," ungkapnya.

Sebagai upaya untuk menghentikan adanya mutasi-mutasi virus halmutlah yang harus dilakukan adalah mencegah penularan pada populasi.

"Karena virus ini kalau menular dan menular lagi, terjadi replikasi virus dan replikasi virus berkembang biak dengan cara mengcopy paste, saat mengcopy paste ini bisa terjadi kesalahan sehingga yang terbentuk adalah hal yang baru," terang Erlina.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved