Breaking News:

Penanganan Covid

KASUS Penularan Covid-19 di Jakarta Melonjak, WASPADA Gelombang Virus Baru Seperti di India

Akhir-akhir ini DKI Jakarta kembali mengalami lonjakan penularan kasus Covid-19.

Tribunnews/Jeprima
Suasana pemberian vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) secara massal di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19 massal dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI Jakarta. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Akhir-akhir ini DKI Jakarta kembali mengalami lonjakan penularan kasus Covid-19.

Penambahan kasus ini mencapai 987, sehingga angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 407.831 kasus.

Terkait perkembangan ini, Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Jakarta Utara Ahmad Sahroni menyatakan keprihatinannya.

Sahroni kemudian meminta warga DKI untuk tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

"Seiring dengan meningkatnya kasus covid-19 di DKI Jakarta, saya meminta dengan sangat pda warga Jakarta untuk tidak menurunkan standar protokol kesehatan. Jangan sampe DKI Jakarta bisa seperti India," kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (30/4/2021).

ILUSTRASI vaksin Covid-19.
ILUSTRASI vaksin Covid-19. (europeanpharmaceuticalreview.com)

Sahroni menambahkan, lonjakan kasus yang terjadi di India saat ini disebabkan oleh kedisiplinan masyarakat yang menurun dalam menjalankan protokol kesehatan.

Oleh karena itu, jangan sampai terjadi juga di Indonesia.

"Kita harus berkaca dari kejadian mengenaskan di India. Jangan sampa  kasus tsunami Covid-19 di India terjadi di Jakarta maupun Indonesia secara menyeluruh. Harus kita antisipasi. Jangan sampai kasus tidak dapat terkendali hingga berdampak pada banyaknya mayat yang bergelimpangan," ujarnya.

Lebih lanjut, Sahroni juga mengimbau kepada masyarakat untuk menunda terlebih dahulu mengadakan acara yang melibatkan banyak orang mengingat antusias masyarakat mengadakan acara, khususnya buka bersama di bulan Ramadan ini cukup tinggi.

"Dari data juga disebutkan, kasus Covid kembali meningkat terutama di klaster perkantoran. Saya meminta untuk tidak mengadakan acara seperti buka bersama yang bisa melibatkan banyak orang, karena transformasi penularannya juga akan lebih cepat. Kita harus tetap waspada," pungkasnya.

Catatan Redaksi:

Bersama kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

(Tribunnews.com/ Chaerul Umam)

#Covid-19 #DKIJakarta #India

Ikuti kami di
Editor: Candra Isriadhi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved