Breaking News:

Berita Viral

SOSOK Ibu Wati, Viral Karena Tuduh Tetangga Kaya karena Babi Ngepet di Depok, Terungkap Profesinya

Inilah sosok Wati, ibu-ibu viral yang menuding tetangganya kaya karena babi ngepet di Depok.

Editor: Listusista Anggeng Rasmi
YouTube/ TribunJakarta/ Dwi Putra
Wati, seorang ibu tuduh tetangga kaya karena pakai babi ngepet, kini minta maaf. 

Awalnya Ibu Wati diminta temannya memberikan keterangan terkait viralnya babi ngepet di Sawangan Depok tersebut.

Temannya meminta Ibu Wati ikut berkomentar karena ia merupakan tokoh terkait hal-hal paranormal.

Rupanya Ibu Waktu membuka praktek pengobatan atau paranormal di kontrakannya.

Sayangnya, karena keterangannya itu kini sosok Ibu Wati menjadi ramai dan berujung diminta diusir di tempat yang ia tinggali sementara. (TribunJabar.id)

Sosok Penyebar Hoaks Terungkap

Diberitakan sebelumnya, terungkap bahwa penemuan babi ngepet di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok adalah rekayasa pelaku penyebar hoaks.

Teka-teki di balik hebohnya kasus babi ngepet di Depok, Jawa Barat, akhirnya terungkap.

Rupanya itu hanyalah akal-akalan seorang pria bernama Adam Ibrahim.

Ia sendiri adalah satu dari warga yang ikut menangkap babi tersebut di wilayah Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok.

Ya, setelah sempat viral, polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku di balik peristiwa heboh itu.

"Semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoaks, itu berita bohong," kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar, dikutip Tribun Style dari Kompas yang berjudul "Isu Babi Ngepet di Depok Hasil Rekayasa, Polisi Tangkap Pelaku", Kamis (29/4/2021).

Lantas, Iman menjelaskan awal cerita soal babi ngepet ini.

Cerita bermula, tersangka bernama Adam Ibrahim ini menerima laporan terkait adanya sejumlah warga yang kehilangan sejumlah uang.

"Cerita ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta," katanya.

Tersangka AI kemudian memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang yang dibeli harganya Rp 900.000, dengan ongkos kirim Rp 200.000.

"Tujuan mereka adalah supaya lebih terkenal di kampungnya.

Karena ini merupakan salah satu tokohlah sebenarnya.

Tapi disebut tokoh juga tidak terlalu terkenal, jadi supaya dia dianggap saja," ungkap Imran.

Dari situ, Adam Ibrahim dan delapan orang lainnya kemudian bekerja sama.

Mereka lantas mengarang cerita soal adanya babi ngepet ini.

Warga di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, digegerkan dengan penangkapan seekor binatang babi, yang diduga adalah babi jadi-jadian alias babi ngepet.
Warga di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, digegerkan dengan penangkapan seekor binatang babi, yang diduga adalah babi jadi-jadian alias babi ngepet. (Istimewa)

Cerita-cerita soal penangkapan babi secara telanjang bulat juga bohong.

"Seolah-olah mengarang cerita, ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakkan kaki, kemudian keduanya pergi naik motor, tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi, padahal itu tidak benar. Sudah direncanakan," jelas Imran.

Polisi menjerat AI dengan Pasal 10 ayat 1 atau 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

AI terancam kurungan 10 tahun penjara. Sementara itu, delapan rekan AI saat ini masih diproses polisi.

Babi diduga jadi-jadian di Depok disembelih bagian tubuh dipisah

Babi diduga jadi-jadian di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok kini sudah disembelih dan dikuburkan di lokasi sekitar.

Hewan yang disebut babi ngepet ini sontak mengebohkan masyarakat termasuk publik di media sosial.

Sebelumnya di media sosial, beredar video dan foto diduga babi ngepet ini sudah ditangkap dan berada di kandang warga.

Meski banyak yang menyebut bahwa babi tersebut adalah makhluk jadi-jadian alias babi ngepet, namun berdasarkan penglihatan mata, hewan ini sama seperti babi hutan pada umumnya.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, babi ini berukuran kecil, berbulu hitam lebat, dengan moncong yang cukup panjang.

Setelah ditangkap babi yang diduga jadi-jadian ini tampak lemas.

Sesekali, babi tersebut berjalan mengitari dalam kandang. Sekali berhenti, babi ini mencoba untuk menggali tanah menggunakan moncongnya.

Babi tersebut disembelih siang kemarin, Selasa (27/4/2021).

Ketua RW setempat, Abdul Rosad, mengatakan penyembelihan ini dilakukan musabab ukuran babi diduga semakin mengecil.

“Terakhir itu berat 15 kilogram, tinggi babi dan lebar 15 centimeter, seperti kucing,”Tuduh Tetangga 'Nganggur Banyak Duit' Pakai Babi Ngepet, Ibu Viral Minta Maaf: Saya Hanya Ngontrak

Selain itu, seorang warga bernama Suhanda menyebut penyembelihan dilakukan untuk menghindari kerumuman orang semakin banyak.

“Karena kalau enggak dieksekusi dari sekarang, itu mengakibatkan kerumunan orang semakin banyak," ujar Suhanda.

"Karena sekarang kita lagi pencegahan Covid-19, makanya kita cepat-cepat dari RT, dari RW, mengatakan harus dieksekusi secepatnya supaya tidak ada kerumunan banyak-banyak,” ujarnya.

Rosad menuturkan, sebelum babi disembelih terlebih dulu dilakukan pengajian oleh warga sekitar.

“Sebelum dipotong dilakukan pengajian dengan memotong leher,” ungkapnya.

Babi tersebut kemudian dimakamkan di lokasi sekitar.

Berbeda seperti pemakaman binatang pada umumnya, bangkai babi ini dikubur terpisah antara bagian badan dan kepalanya, meski masih dalam satu lubang yang sama.

Bagian badan, diletakan di dalam sebuah kotak dan lebih dulu ditimbun menggunakan tanah.
Setelah itu, baru dilanjutkan dengan menguburkan kepala babi tersebut yang telah diletakkan di dalam kotak lainnya.

“Iya badan dan kepalanya langsung dibungkus menggunakan kain sorban yang digunakan untuk penangkapan dan kain yang digunakan saat pemenggalan babi ngepet,” kata Farhan, satu dari sejumlah warga yang ikut mengubur babi.

“Dikuburnya masih satu lubang dengan membuat dua kotak untuk memisahkan antara badan dan kepala untuk tidak hidup kembali,” sambungnya.

Farhan lantas mengungkap alasan mengapa babi tersebut dikubur dengan badan dan kepala yang terpisah.

Rupanya, hal itu dilakukan karena warga percaya jika badan dan kepala babi tersebut dikuburkan tak terpisah, maka akan hidup kembali.

“Iya kami disuruhnya mengubur seperti itu, tidak ada penaburan kembang karena yang dikuburkan babi (diduga) ngepet yang berbentuk hewan bukan manusia,” tuturnya.

(TribunStyle/Joni Irwan, TribunJakarta/ Setiawan/Siti Nawiroh/ TribunJabar/ Hilda)

#BabiNgepet #Depok #Wati

Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved