Breaking News:

DAPAT Untung Rp 1,8 M dari Bisnis Antigen Bekas, Terkuak Manajer Kimia Farma Bangun Rumah bak Istana

Tega jual antigen bekas dan raup untung Rp 1,8 M, manajer Kimia Farma ternyata sedang bangun rumah bak istana. Lihat potretnya.

TribunSumsel.com/Eko Hepronis
Rumah Picandi Mosko, manajer Kimia Farma yang tersangkut kasus bisnis antigen bekas 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Picandi Mosko, bussines manager Laboratorium Kimia Farma ditangkap atas kasus bisnis antigen bekas.

Picandi Mosko alias PM (45 tahun), Business Manager Laboratorium PT Kimia Farma yang ditangkap di Medan, ternyata warga Lubuklinggau, Sumatra Selatan (Sumsel).

Ia adalah warga Griya Pasar Ikan Jalan Lohan Blok A No. 14-15 Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau, Sumsel.

Manajer Kimia Farma PM dan empat pegawai Kimia Farma yakni SP, DP, BM, RN ditetapkan tersangka atas kasus layanan antigen bekas di Bandara Kualanamu Medan Sumatra Utara (Sumut) Selasa (27/4/2021) lalu.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra menyatakan, Plt Business Manajer Laboratorium Kimia Farma Medan berinisial PM yang merangkap Kepala Layanan Kimia Farma Diagnostik Bandara Kualanamu meraup keuntungan sebesar Rp 30 juta per hari dari pelayanan tes antigen menggunakan alat bekas.

Nominal tersebut terungkap penyidikan yang dilakukan Direskrimsus Polda Sumut.

Baca juga: Berujung Pemecatan, 5 Fakta Kasus Penggunaan Alat Rapid Test Antigen Bekas: Modus, Raup Rp 1,8 M

Baca juga: VIRAL Hasil Swab Antigen Tertulis Negatif, Padahal Belum Tes, Ini Kronologinya, Farmalab Ngaku Lalai

Kepolisian menghadirkan para tersangka dalam pengungkapan kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, saat merilis kasus tersebut di Mapolda Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis (29/4/2021). Polda Sumut berhasil menangkap lima orang tersangka penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas berinisial RN, AD, AT, EK, dan EL, serta mengamankan sejumlah barang bukti hasil pelanggaran berupa alat rapid test antigen bekas yang siap untuk digunakan.
Kepolisian menghadirkan para tersangka dalam pengungkapan kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, saat merilis kasus tersebut di Mapolda Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis (29/4/2021). Polda Sumut berhasil menangkap lima orang tersangka penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas berinisial RN, AD, AT, EK, dan EL, serta mengamankan sejumlah barang bukti hasil pelanggaran berupa alat rapid test antigen bekas yang siap untuk digunakan. (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Panca mengaku prihatin dan menyatakan perbuatan para pelaku ini bermotif mencari keuntungan.

Motif itu tidak terbantahkan dari hasil penyidikan yang dilakukan.

"Menggunakan stik swab bekas dan didaur ulang mendapatkan keuntungan.

Tadi kan masih hitung ni, kita hitung dari Desember, perkiraan Rp 1,8 (M) sudah masuk yang bersangkutan.

HALAMAN SELANJUTNYA ====================>

Ikuti kami di
Editor: octaviamonalisa
Sumber: Tribun Sumsel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved