Breaking News:

Fakta Kasus Sate Beracun di Bantul: Salah Sasaran, Beli Sianida Secara Online & Motif karena Cinta

Berikut deretan fakta terkait kasus sate maut di Bantul, Yogyakarta. Pelaku beli racun sianida secara online. Motif karena cinta.

Kompas.com/Markus Yuwono
Wajah NA pelaku pengirim sate beracun sianida yang incar nyawa seorang polisi 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berikut deretan fakta terkait kasus sate maut di Bantul, Yogyakarta.

Pelaku beli racun sianida secara online.

Motif karena cinta.

Wanita pengirim paket sate beracun yang menewaskan bocah SD berhasil diamankan pihak kepolisian.

Ternyata pelaku sudah membeli racun sianida sejak tiga bulan lau yang dibeli secara online.

Aksi itu dilakukan lantaran pelaku sakit hati dengan penyidik senior di Polresta Yogyakarta.

 Pakai Baju Tahanan Biru, Wanita Pengirim Sate Beracun di Bantul Digiring Polisi, Motif Sakit Hati

 Ada Indikasi Pembunuhan Berencana Sasar Polisi dalam Kasus Sate Beracun di Bantul

Bandiman Tukang Ojek Penerima Orderan Makanan yang menyebabkan Anaknya Meninggal dunia di rumahnya Sewon, Bantul Jumat (30/4/2021)
Bandiman Tukang Ojek Penerima Orderan Makanan yang menyebabkan Anaknya Meninggal dunia di rumahnya Sewon, Bantul Jumat (30/4/2021) ((KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO))

Penyidik senior itu merupakan target utama pelaku, namun akhirnya malah salah sasasarn dan menewaskan NFP (10).

NFP diketahui merupakan anak driver ojek online yang menerima oreder mengirimkan paket sate beracun dari pelaku.

NFP meninggal dunia setelah menyantap sate yang diketahui mengandung racun sianida tersebut.

Jajaran Polres Bantul akhirnya berhasil meringkus pelaku pengirim sate beracun yang menewaskan bocah NFP (10) tersebut.

HALAMAN SELANJUTNYA ==========>

Ikuti kami di
Editor: Irsan Yamananda
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved