Breaking News:

MUDIK LOKAL DILARANG Pemerintah Sumsel, Warga Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442 H di Rumah Saja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel resmi larang warganya melakukan mudik lokal di lebaran Idul Fitri 2021.

TribunJabar.com/Gani Kurniawan
Ilustrasi bus yang diizinkan pemerintah beroperasi selama mudik Lebaran 2021 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel resmi larang warganya melakukan mudik lokal di lebaran Idul Fitri 2021.

Sebelumnya diketahui mudik lokal di dalam Provinsi Sumatera Selatan masih diberikan toleransi.

Namun mulai hari ini, Senin (3/5/2021) secara final pemerintah menegaskan mudik lokal 2021 di Sumsel resmi dilarang jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Nasrun Umar, mengatakan, pelarangan mudik tersebut sesuai dengan peraturan dari pemerintah pusat.

"Iya (dilarang mudik). Kalau pusat melarang tentu secara integral kita di daerah harus melanjutkan apa yang sudah digariskan oleh pemerintah pusat," ujarnya pada konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di Daerah di Aula Bina Praja, Senin (3/5/2021).

Menurut Nasrun, semua pihak harus memaknai surat edaran gubernur mengenai mudik sebagai kesatuan narasi kebijakan dari pusat.

Sekda Provinsi Sumsel, Nasrun Umar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini pada konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di Daerah di Aula Bina Praja, Senin (3/5/2021).
Sekda Provinsi Sumsel, Nasrun Umar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini pada konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di Daerah di Aula Bina Praja, Senin (3/5/2021). (SRIPO/JATI)

Sebagaimana Tribunnewsmaker kutip dari TribunSumsel.com dengan judul BREAKING NEWS: Final, Pemerintah Tegaskan Mudik Lokal 2021 di Sumsel Resmi Dilarang, dijelaskan larangan mudik ketat harus diberlakukan juga untuk masyarakat Sumsel.

Untuk itu, pemprov Sumsel pun akan melaksanakan aturan tersebut dengan penuh tanggung jawab.

"Sebetulnya makna pengecualian diperbolehkan mudik sama dengan pusat. Hanya orang sakit, melahirkan, keluarga meninggal di kampung, perjalanan dinas dan distribusi logistik itu yang dibolehkan. Tetapi, satu prinsip, satu narasi seperti yang telah disampaikan Mendagri," jelas dia.

Nantinya pemeriksaan tes cepat berbasis antigen akan disediakan di sejumlah lokasi penyekatan mulai H-7 sampai H+7 Idulfitri atau mulai 6-17 Mei 2021.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Candra Isriadhi
Sumber: Tribun Sumsel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved