Breaking News:

UPDATE Kasus Sate Sianida, Hubungan Nani dengan Aiptu Tomi Bukan Nikah Siri, Polisi Cari Sosok Ini

Kabar nikah siri dan tinggal bersama antara Nani dan Aiptu Tomi ini diungkap oleh Ketua RT 03 Cempokojajar, Sitimulyo, Piyungan, Agus Riyanto.

ist
Nani pelaku sate sianida di penjara 

Hal itu diungkap Maman, ayah Nani yang mengaku baru bertemu dengan putrinya tersebut awal puasa sekitar tanggal 13 April.

"Baru ketemu awal puasa ini. Di rumah selama 3 hari lalu berangkat lagi. Setiap tahun juga pulang," ucap Maman.

Sementara, Nani mengirim paket sate beracun yang menewaskan bocah 10 tahun pada, Minggu 25 April.

Maman baru mengetahui kabar anaknya jadi pengirim sate beracun di media sosial.

Dengan perasaan terkejut, kabar itu pun baru Maman tahu kemarin siang.

"Pasti kaget, tak menyangka. Baru tadi siang ini tahu dari media sosial," ucap Maman lagi.

Dijelaskan Maman, putrinya tersebut sudah 10 tahun tinggal di Bantul, Yogyakarta untuk bekerja.

Meski begitu, Maman bercerita Nani setiap tahun mudik ke Buniwangi dan berlebaran di sana.

"Kalau tidak salah 2014 ia berangkat kerja ke Bantul.

Setelah lulus SMP, pulang setiap Lebaran. Tapi sebelum puasa (kemarin) dia sempat pulang juga," kata Maman.

Nani jadi pelaku pengirim sate beracun kalium sianida yang seharusnya ditujukan kepada seorang polisi berpangkat Aiptu bernama Tomi.

Perempuan berusia 25 tahun tersebut memakai jasa Bandiman, driver ojol untuk mengirim sate ke Aiptu Tomi.

Singkat cerita, sate tersebut malah salah sasaran ke anak driver ojol berusia 10 tahun, Naba Faiz Prasetyo.

Setelah mengunsumsi sate tersebut, Naba Faiz Prasetyo meninggal dunia.

Kini, wanita bertubuh tinggi tersebut sudah diamankan di Polres Bantul untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, Maman sempat mengungkap sifat asli sang anak yang diketahuinya.

Nani diceritakan Maman sebagai pribadi yang pendiam.

Maman menyebut, sang putri jarang bercerita tentang kegiatannya maupun kisah asmaranya.

"Kelakuan di rumah pendiam, jarang cerita apapun, terutama asmara juga tidak," ujarnya Maman.

Meski Nani pendiam, Maman tahu betul sang putri merupakan sosok baik hati.

Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). NA mengaku sakit hati kepada Tomi, polisi senior di Yogyakarta.
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). NA mengaku sakit hati kepada Tomi, polisi senior di Yogyakarta. ((KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO))

"Orangnya mah baik, tapi emang pendiam. Di rumah aja kemarin diam saja," sambungnya.

Terkait jerat hukum yang sudah menanti Nani, Maman hanya bisa pasrah.

Maman berharap, ada keringanan hukuman untuk sang putri.

(TribunJakarta/ Siti Nawiroh)

#Bantul #Sateberacun #NaniApriliani

Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved