Breaking News:

Pemudik Tasik Bayar Travel 4 Kali Lipat Lebih Mahal, Bonus Surat Negatif Antigen Dijamin Lolos Razia

Untuk bisa pulang ke kampung halaman, berbagai cara dihalalkan pemudik termasuk membayar mahal.

Kolase Tribun Manado/Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Foto ilustrasi mudik 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Untuk bisa pulang ke kampung halaman, berbagai cara dihalalkan pemudik.

Salah satunya dilakukan pemudik  pengguna jasa transportasi travel ini.

Mereka rela merogoh kocek lebih dalam demi bisa sampai ke kampung halaman.

Perusahaan travel ternyata memberikan pelayanan ongkos mahal dengan bonus surat hasil negatif tes antigen supaya bisa lolos di beberapa pos penyekatan yang dilewatinya meski larangan mudik sudah berlaku.

Seperti saat petugas Pos Penyekatan Gentong, Tasikmalaya, menemukan dua buah travel yang salah satunya masih mengangkut penumpang meski harganya bisa sampai empat kali lipat dari harga normal.

"Kita ini sudah dapat tes antigen negatif bagi para penumpang. Ini satu penumpang ongkosnya Rp 210.000 dari Bandung ke Tasikmalaya. Tadi kita sudah tunjukkan tes hasil antigennya ke petugas dan bisa lolos," jelas Andi (45), salah seorang sopir travel, usai diperiksa karena membawa penumpang dari Bandung ke Tasikmalaya di Pos Gentong, Kamis (6/5/2021) tengah malam.

Baca juga: Rela Berangkat Sejak 3 Mei, Pemudik Asal Jakarta Menuju Aceh Malah Dipaksa Balik Setibanya di Asahan

Baca juga: Pupus Harapan Agus Batal Lamar Kekasih Sebelum Lebaran, Terjaring Razia Mudik Dipaksa Putar Balik

Bisa lolos saat larangan mudik 6 Mei 2021, dapat hasil tes antigen dari dokter di Bandung

Andi dari Bandung membawa tujuh orang penumpang dengan tujuan Tasikmalaya dan sudah lolos di Pos Penyekatan Cileunyi dan Pos Gentong, Tasikmalaya.

Dirinya kali pertama menjalankan kendaraan dengan ongkos berbonus hasil tes antigen oleh perusahaannya seusai diberlakukan larangan mudik mulai hari ini.

"Ternyata bisa dan lolos dari beberapa pos penjagaan asalkan penumpang dibekali tes hasil antigen. Ini surat keterangan tes antigennya dari seorang dokter di Bandung," tambah Andi.

Pemudik: tak masalah ongkos mahal, asal bisa pulang Lebaran...

HALAMAN 2 >>>>>

Ikuti kami di
Editor: Salma Fenty Irlanda
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved