Breaking News:

PANDUAN Salat Idul Fitri 1442 H di Tengah Pandemi Covid-19, Taat Prokes, Khutbah Maksimal 20 Menit

Panduan Salat Idul Fitri 1442 H di tengah pandemi Covid-19, jemaah wajib disiplin protokol kesehatan hingga khutbah paling lama 20 menit.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Suasana salat idul fitri. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Panduan Salat Idul Fitri 1442 H di tengah pandemi Covid-19, jemaah wajib disiplin protokol kesehatan hingga khutbah paling lama 20 menit.

Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid.

Panduan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No SE 07 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid.

"Panduan diterbitkan dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan Salat Idul Fitri sekaligus membantu negara dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Edaran ini mengatur kegiatan malam takbiran dan Salat Idul Fitri yang diselenggarakan di masjid dan lapangan terbuka," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Kamis (6/5/2021), dikutip dari kemenag.go.id.

"Saya minta kepada seluruh jajaran Kemenag untuk segera mensosialisasikan edaran ini secara masif, terutama kepada pengurus masjid dan Panitia Hari Besar Islam serta masyarakat luas agar dilaksanakan sebagaimana mestinya," lanjutnya, seperti yang TribunNewsmaker.com kutip dari Tribunnews.com berjudul : Panduan Salat Idul Fitri 2021 saat Pandemi Covid-19, Kemenag: Khutbah Paling Lama 20 Menit

Berikut ketentuan panduan pelaksanaan malam takbir dan penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1442 H/2021 M saat Pandemi Covid-19:

Baca juga: SAMBUT Lebaran, Ini 20 Ucapan Selamat Tinggal Bulan Ramadhan, Penuh Makna, Cocok Share di Medsos!

Baca juga: Idul Fitri Saling Silaturahmi, Berikut 8 Adab Muslim Saat Bertamu yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Panduan Pelaksanaan Malam Takbir

Malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri dalam rangka mengagungkan asma Allah sesuai yang diperintahkan agama, pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid dan musalla, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Dilaksanakan secara terbatas, maksimal 10 persen dari kapasitas masjid dan musalla, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved