Breaking News:

Virus Corona

Bercermin dari India, IDAI Ingatkan Bahaya Mutasi Virus Covid-19 yang Juga Mengintai Anak & Remaja

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof Dr dr Aman Pulungan SpA(K) mengingatkan soal bahaya mutasi virus corona.

SkyNews
Kasus virus corona Covid-19 di India. 

Sementara, varian virus baru lainnya yakni varian dari Afrika Selatan, yang disebut dengan istilah B1351.

Dan yang ketiga dari India, yakni varian virus baru jenis B1617.

Budi menjelaskan, ketiga virus ini masuk dalam kategori virus yang berbahaya menurut WHO.

"Indonesia sudah dimasuki 3 virus yang masuk kategori virus yang relatif berbahaya versi WHO," ujar Budi Gunadi.

Diketahui, masuknya mutasi virus ini telah diketahui pada Januari 2021 lalu.

Mutadi virus ini telah ditemukan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Bali.

"Masuknya mutasi ini banyak berasal dari Saudi Arabia, Afrika, India, dan Malaysia," terang Budi.

Varian dari inggris yang masuknya di Januari yakni di Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Bali.

Sementara virus dari Afrika Selatan pernah ditemukan di Bali.

Dan virus mutasi dari India banyak ditemui di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Konsentrasi pemerintah saat ini, yakni di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Budi Gunadi juga mengimbau, demi mengurangi tingkat penularan virus, masyarakat diharapkan dapat terus mematuhi protokol kesehatan.

Menko Perekonomian Berencana Perpanjang PPKM

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, berencana memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 31 Mei mendatang.

Perpanjangan masa PPKM ini dilakukan yakni mulai tanggal 18-31 Mei 2021.

Dikutip dari tayangan YouTube channel Sekretariat Presiden, Selasa (11/5/2021), Menko Perekonomian Airlangga mengatakan, perpanjangan PPKM ini dilakukan mengingat pada tanggal 18-31 Mei ini merupakan periode 2 Minggu pasca lebaran.

Perpanjangan tahap ke-8 PPKM ini rencanannya akan diberlakukan dengan cakupan 30 provinsi yang tersebar di Indonesia.

"(PPKM) tahap ke-8, yakni 18-31 Mei akan diperpanjang dengan cakupan di 30 provinsi."

"Mengingat pada tanggal ini merupakan periode 2 Minggu pasca Lebaran," ujar Airlangga saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Hal ini dilakukan tak lain untuk menekan laju peningkatan kasus virus corona di Indonesia, yang dikhawatirkan dapat sewaktu-waktu meningkat.

Mengingat saat ini mendekati momen Hari Raya Lebaran.

Airlangga juga mengungkapkan alasan lain dilakukannya perpanjangan PPKM ini.

Alasan tersebut yakni karena ada peningkatan kasus harian di 11 dari 30 provinsi di Indonesia yang sebelumnya telah melakukan PPKM skala Mikro.

Bahkan dari 11 provinsi tersebut, 5 di antaranya mengalami peningkatan yang cukup tajam.

Kelima provinsi tersebut di antaranya yakni Kepulaian Riau, Sumatera Selatan, Aceh, dan Kalimantan Barat.

"Dari 30 provinsi yang melaksanakan PPKM Mikro ini, 11 provinsi mengalami penambahan konfirmasi harian."

"Dengan 5 provinsi yang meningkat tajam, yakni Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Aceh dan Kalimantan Barat," ujar Airlangga.

Hal ini disebabkan tak lain akibat datangnya pekerja migran pulang ke kampung halamannya

(Tribunnews/ Rina Ayu Panca Rini/Galuh Widya Wardani)

#covid-19 #viruscorona #India

Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved