Puasa Syawal 6 Hari Dulu / Puasa Qadha? Ini yang Lebih Diutamakan, Lengkap dengan Dalil Hadisnya
Inilah penjelasan terkait puasa Syawal dan puasa Qadha. Manakah yang lebih diutamakan?
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah penjelasan terkait puasa Syawal dan puasa Qadha. Manakah yang lebih diutamakan?
Sehari setelah Hari Raya Idul Fitri, sebagian muslim mengerjakan puasa sunah, yakni puasa Syawal.
Puasa Syawal ini dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal sampai 6 hari berturut.
Di sisi lain, ada juga sebagian muslim yang punya utang puasa karena berhalangan berpuasa di bulan Ramadan.
Lalu, mana yang diutamakan mengerjakan puasa qadha atau puasa Syawal ?
Untuk menjawab pertanyaan ini, maka dapat dilihat dari segi hukumnya.
Sebagaimana dikutip Tribunnewsmaker.com dari TribunJabar Mana yang Diutamakan Puasa Syawal 6 Hari atau Puasa Qadha? Begini Penjelasan dan Dalil Hadis-nya, puasa Syawal merupakan puasa sunah muakad yang pelaksanaannya dianjurkan.
Dianjurkan puasa Syawal ini sebagaimana didasarkan pada hadis Rasulullah SAW.
Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)
Dari hadis inilah menjadi dalil dasar dianjurkannya puasa enam hari berturut-turut di bulan Syawal yang dipilih Mazhab Syafii.
Bagi Mazhab Maliki dan Mazhab Hanifah dalil hadis tersebut dinayatakan makruh.
Namun, bagi pengikut Mazhab Syafii maka dapat mengerjakan amalan puasa Syawal tersebut.
Baca juga: BOLEHKAH Puasa Syawal & Utang Puasa Ramadhan Digabung? Ini Penjelasannya, Termasuk Waktu Dimulainya
Baca juga: KAPAN Puasa Syawal 2021 & Apa Boleh Dikerjakan Tak Urut? Ini Penjelasannya, Lengkap Niat & Tata Cara
Adapun perbandingan hukum puasa qadha adalah wajib karena menggantikan puasa wajib Ramadan.
Pelaksanaannya pun tidak ada yang berbeda puasa Ramadan.
Hanya saja, utang puasa atau puasa qadha dilaksanakan sesuai hari yang tak terlaksana saat puasa Ramadan.
Sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 184.
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberikan makan bagi seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Pelaksanaannya pun terbilang lebih leluasa selama setahun sebelum datangnya kembali bulan Ramadan tahun berikutnya.
Namun, karena hukumnya wajib dibayar, maka sebaiknya utamakan untuk melaksanakan puasa qadha.
Sementara itu hukum puasa Syawal adalah sunah.
Demikian mengingat puasa qadha lebih utama dari puasa Syawal, apakah bisa puasa Syawal dikerjakan di hari lain selama di bulan Syawal?
Mana yang lebih utama puasa 6 hari berturut-turut atau terpisah di bulan Syawal ?
Namun, ada juga pendapat lain yang menyebut puasa Syawal dapat dikerjakan secara terpisah.
Lalu, mana yang utama puasa 6 hari berturut-turut atau terpisah?
Dilansir dari Shahihfiqih, lebih utama puasa 6 hari di bulan Syawal dilakukan secara berturut-turut dan langsung langsung dilakukan setelah hari Idul Fitri (selesai).
Karena demikian hal tersebut merupakan upaya untuk bersegera melakukan kebaikan.
Namun tidak mengapa ditunda permulaan puasanya dari hari kedua bulan Syawal.
Tidak masalah bagi seseorang melakukannya secara terpisah hingga akhir bulan.
Hal ini sebagaimana keumuman sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)
Dari hadis tersebut tidak mempersyaratkan harus berturut-turut mengerjakan puasa syawal.
Kemudian tidak pula harus langsung setelah Ramadan.
Jadwal Puasa Syawal 1442 H
Adapun jadwal pelaksanaan puasa Syawal ini dikerjakan selama 6 hari berturut-turut sepekan ke depan.
Adapun pelaksanaannya dimulai dari hari kedua atau tanggal 2 Syawal 1442 H - 8 Syawal 1442 H.
Tanggal 2 Syawal 1442 H maka puasa Syawal mulai dikerjakan pada Jumat 14 Mei 2021.
Bacaan Niat Puasa Syawal
Pelaksanaan puasa Syawal sebenarnya tak berbeda dengan puasa sunah lainnya.
Hanya saja yang berbeda ada pada niatnya.
Berikut bacaan niat puasa Syawal
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, "Aku berniat puasa sunah Syawwal esok hari karena Allah SWT."

Bila Anda terlambat untuk berniat di pagi hari, dengan syarat belum makan dan minum, maka niat mengerjakan puasa Syawal masih dianggap sah.
Anda juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Syawal pada siang hari.
Berikut ini lafal atau bacaan niat puasa Syawal bila terlambat niat:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah SWT."
Seperti puasa pada umumnya, Anda bisa berbuka puasa setelah matahari terbenam atau ketika waktu magrib.
Bacaan doa berbuka puasa
Terdapat sebuah hadis shahih tentang doa berbuka puasa, yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”
"Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki." (Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, nomor 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, nomor 4678)
Keutamaan Puasa Syawal
Ada beberapa keutamaan puasa Syawal yang sebaiknya harus Anda ketahui.
Dilansir dari dalamislam.com, sedikitnya ada beberapa keutamaan puasa Syawal.
Melatih diri mengelola hawa nafsu
Sehari setelah lebaran, di saar kebanyakan orang-orang menikmati hidangan lebaran.
Namun karena berpuasa Anda kembali mengelola hawa nafsu.
Dengan berpuasa syawal ini seorang muslim dapat mengelola hawa nafsu buka justru membebaskan hawa nafsu, sehingga berujung pada ketamakan atau berlebihan.
Fokus pada Ibadah
Berpuasa kembali ternyata bisa menjaga ketentraman.
Dalam hal ini ibadah yang telah baik dilakukan selama Ramadhan dahulu bisa terjaga dan fokus pada ibadah.
Pahala 1 Tahun
Adapun keutamaan yang patut diketahui juga adalah bahwa mengerjakan puasa sunnah ini bernilai pahala bak setahun penuh.
Hal ini didasarkan pada hadis Ibnu Majah yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah bersabda,
“Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fithri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.” (HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Disebutkan bahwa setiap kebaikan akan dibalas minimal dengan sepuluh kebaikan yang semisal.
Ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan sebulan penuh akan dibalas dengan 10 bulan kebaikan puasa.
Sedangkan puasa enam hari di bulan Syawal akan dibalas minimal dengan 60 hari (2 bulan) kebaikan puasa.
Jika dijumlah, seseorang sama saja melaksanakan puasa 10 bulan + 2 bulan sama dengan 12 bulan.
Melansir Pustaka Sunni Salafiyah - KTB, isi hadist Muslim sebagai berikut:
"Nabi Muhammad SAW bersabda "Barangsiapa berpuasa penuh di Bulan Ramadan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka Pahalanya seperti berpuasa selama satu tahun" (HR. Muslim)
Dalil ini jadi pijakan kuat Mazhab Syafii, Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud tentang kesunahan menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal.
Sedangkan Abu Hanifah memakruhkan menjalaninya dengan pendapat agar tidak memberi prasangka akan wajibnya puasa tersebut.
Demikian inilah mengapa orang yang melakukan puasa Syawal bisa mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh.
(TribunJabar/ Hilda Rubiah)
#Syawal #puasaQadha #Ramadhan