Breaking News:

'Kami Tak Bisa Bergerak!' Tangis Warga Palestina, Diserang Israel, Sebut Mencekam Seperti Film Horor

Pasukan Israel menggunakan gas air mata, peluru karet, dan tembakan langsung, saat warga Palestina melemparkan bom bensin.

AFP PHOTO/MAHMUD HAMS
Muslim Palestina ketika melakukan Shalat Idul Fitri di luar bangunan yang hancur terkena serangan udara Israel di kawasan Beit Lahia, Gaza, pada 13 Mei 2021. Angkatan udara Israel menyatakan melakukan sejumlah serangan untuk menggempur Hamas, faksi Palestina yang menguasai Gaza. 

Pada hari Jumat, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa sekitar 10.000 warga Palestina telah meninggalkan rumah mereka di Gaza sejak Senin karena konflik tersebut.

Konflik juga telah menyaksikan massa Yahudi dan Israel-Arab bertempur di dalam wilayah Israel sendiri, mendorong presiden untuk memperingatkan perang saudara.

Menteri Pertahanan Benny Gantz memerintahkan pasukan keamanan untuk menekan kerusuhan internal pada hari Kamis, dan lebih dari 400 orang ditangkap.

Polisi mengatakan orang-orang Arab Israel bertanggung jawab atas sebagian besar masalah dan telah menolak tuduhan bahwa mereka berdiri di samping sementara kelompok pemuda Yahudi menargetkan rumah-rumah orang Arab.

Seperti di film

Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Kota Gaza menargetkan kompleks Ansar, terkait dengan gerakan Hamas, di Jalur Gaza pada 14 Mei 2021. Israel menggempur Gaza dan mengerahkan pasukan tambahan ke perbatasan ketika Palestina menembakkan rentetan roket ke belakang, dengan jumlah korban tewas di daerah kantong pada hari keempat konflik meningkat menjadi lebih dari 100.
Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Kota Gaza menargetkan kompleks Ansar, terkait dengan gerakan Hamas, di Jalur Gaza pada 14 Mei 2021. Israel menggempur Gaza dan mengerahkan pasukan tambahan ke perbatasan ketika Palestina menembakkan rentetan roket ke belakang, dengan jumlah korban tewas di daerah kantong pada hari keempat konflik meningkat menjadi lebih dari 100. (MAHMUD HAMS / AFP)

Di Gaza, warga Palestina yang takut diserang oleh pasukan Israel telah melarikan diri dari daerah yang dekat dengan perbatasan Israel.

Penduduk yang meninggalkan Shejaiya di Kota Gaza mengatakan peluru telah jatuh ke rumah-rumah.

"Kami merasa seperti berada di film horor," kata warga setempat Salwa Al-Attar, yang lolos dari pemboman bersama keluarganya.

"Pesawat-pesawat itu berada di atas kami, dan tank serta angkatan laut sedang membom dan kami tidak bisa bergerak. Anak-anak, wanita dan pria berteriak."

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat pagi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan operasi militer terhadap militan Palestina akan berlanjut selama selama diperlukan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved