Breaking News:

Pilunya Palestina Diserang Brutal Israel, Ratusan Tewas, Kini 10.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rumah

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) hari Jumat (14/5/2021), memperkirakan sekitar 10.000 warga Palestina harus meninggalkan rumah di Gaza menyusul mening

AFP PHOTO/MOHAMMED ABED via KOMPAS.COM
Asap mengepul dari gedung Hanadi di Gaza City pasca serangan udara yang dilakukan pasukan Israel pada 11 Mei 2021. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Konfik antara Israel dan Palestina kembali memanas hingga menyita perhatian warga di berbagai berlahan dunia.

Serangan demi serangan dilakukan Israel pada rakyat Palestina di jalur Gaza.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) hari Jumat (14/5/2021), memperkirakan sekitar 10.000 warga Palestina harus meninggalkan rumah di Gaza menyusul meningkatnya serangan Israel atas warga sipil di sana.

"Mereka berlindung di sekolah, masjid, dan tempat lain selama pandemi COVID-19 global dengan akses terbatas ke air, makanan, kebersihan, dan layanan kesehatan," sebuta Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB dalam sebuah pernyataan resminya yang dikutip oleh Anadolu Agency.

Mereka menyebutkan, rumah sakit dan akses ke layanan air dan sanitasi bergantung pada listrik, bahan bakarnya akan habis pada hari Minggu esok.

Sebagaimana dikutip Tribunnewsmaker.com dari Tribunnews Tentara Israel Makin Brutal, 10.000 Warga Palestina Tinggalkan Rumah di Gaza, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB juga mengatakan otoritas Israel dan kelompok-kelompok Palestina harus segera mengizinkan PBB dan mitra kemanusiaannya untuk membawa bahan bakar, makanan, dan persediaan medis dan untuk mengerahkan personel kemanusiaan.

"Semua pihak harus selalu mematuhi hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional," tambahnya.

Baca juga: Meski Dikecam, Israel Makin Ganas Gempur Palestina, Korban Berjatuhan hingga Diprediksi Perang Besar

Baca juga: KENAPA Israel Ingin Ambil Tanah Palestina? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad, Terkuak Alasan Kuatnya

Serangan Israel di Gaza
Enam anak-anak Palestina tewas oleh serangan brutal jet tempur Israel di Kamp Al-Shati di Gaza.

Kantor itu mengulangi seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk segera melakukan de-eskalasi di Gaza dan Israel.

Setidaknya 122 warga Palestina, termasuk 31 anak-anak dan 20 wanita, telah tewas, dan 900 lainnya terluka dalam serangan Israel yang sedang berlangsung terhadap Gaza.

Israel terus menargetkan Gaza sebagai sasaran aksi pengeboman jet-jet tempurnya yang menyebabkan kerusakan berat pada bangunan tempat tinggal di seluruh daerah kantong di Gaza.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved