Breaking News:

Bayar Utang Puasa Sebaiknya Disegerakan, Berikut Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan, Ini Ketentuannya

Bacaan niat qadha atau pengganti puasa Ramadhan, sebaiknya segerakan bayar utang puasa, simak ketentuannya!

Editor: ninda iswara
Kolase Ilustrasi Tribun Video
Ilustrasi berpuasa 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Bacaan niat qadha atau pengganti puasa Ramadhan, sebaiknya segerakan bayar utang puasa, simak ketentuannya!

Dalam artikel ini juga terdapat ulasan kapan waktu untuk bayar utang puasa.

Qadha puasa wajib hukumnya yaitu dengan mengganti puasa di hari lain.

Sebaiknya membayar utang puasa harus disegerakan.

Qadha puasa berlaku bagi orang yang sanggup berpuasa namun terhambat karena adanya halangan tertentu.

Bagi umat muslim yang pada bulan Ramadhan kemarin tidak mampu menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, Allah memberi keringanan untuknya dengan cara qadha puasa.

Qadha puasa wajib hukumnya yaitu dengan mengganti puasa di hari lain.

Baca juga: Selain Puasa Selama 6 Hari, Ini Amalan-amalan Sunnah yang Dilakukan di Bulan Syawal, Ada Salat Malam

Baca juga: Hukum Niat Puasa Senin Kamis Sekaligus Bayar Utang Puasa Ramadhan, Ustaz Abdul Somad Beri Penjelasan

Ilustrasi Ramadhan
Ilustrasi Ramadhan (Freepik)

Dikutip dari kepri.kemenag.go.id, ketentuan qadha puasa, yaitu bagi mereka yang tidak mampu melaksanakan puasa karena dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan yang jauh dan bersifat temporer.

Dan mereka diwajibkan mengganti puasanya sebanyak hari yang ditinggalkan di luar bulan ramadhan.

"Sedangkan bagi mereka yang meninggalkan puasa ramadhan karena Lanjut Usia, Sakit menahun yang tidak ada harapan kesembuhannya serta Wanita hamil dan wanita yang menyusui yang meninggalkan puasa karena khawatir akan janin yang dikandungnya dan anak yang disusuinya, maka dikenai Fidyah Puasa Ramadhan dengan cara memberi makan orang miskin dengan kadar besar fidyah: 1 mud atau 8 ons, yang jika diuangkan senilai Rp. 15.000,- (Lima belas ribu rupiah) per hari sebanyak puasa yang ditinggalkan,” ungkap H. Samsudin, seperti yang TribunNewsmaker.com kutip dari Tribunnews.com berjudul : Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan, Sebaiknya Bayar Utang Puasa Harus Disegerakan

Dan bagi mereka yang melakukan hubungan suami istri pada siang hari di bulan ramadhan maka ia diwajibkan Kifarat/ Denda Puasa dengan pilihan sebagai berikut, memerdekakan budak, jika tidak mampu maka dapat melaksanakan puasa 2 (dua) bulan bertuturt-turut dan apabila tidak mampu juga maka diwajibkan memberi makan 60 orang fakir/miskin.

Ketentuan Zakat Fitrah, Qadha Puasa, Fidyah Puasa dan Kafarat Puasa ini berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten bersama BAZNAS Kabupaten dan MUI Kabupaten pada tiap daerah pada tahun lalu.

Ketentuan membayar hutang puasa Ramadan dapat dilihat jelas dalam firman Allah pada Q.S. Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi:

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved