Breaking News:

'Momen Itu Mengerikan' Pilu Hussein Rumahnya Dihantam Meriam Israel, Anak-anak Menjerit Ketakutan

Kisah korban serangan Israel di jalur Gaza, Hussein Abdul Qleeq, syok rumah dihantam meriam, anak-anak menangis ketakutan.

AFP PHOTO/QUSAY DAWUD
Asap tebal dan api membumbung dari menara Al-Sharouk saat runtuh setelah terkena serangan udara Israel, di Kota Gaza pada 12 Mei 2021. (AFP PHOTO/QUSAY DAWUD) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Baru-baru ini seorang warga yang menjadi korban serangan Israel di jalur Gaza, Hussein Abdul Qleeq mengurai cerita saat rumahnya dihantam meriam.

Diketahui, saat ini Hussein Abdul Qleeq tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza.

Ia mengalami luka di bagian leher, tangan, dan punggung setelah terkena pecahan peluru meriam tentara Israel yang dijatuhkan di wilayah Jalur Gaza pada Jumat (14/5/2021) kemarin.

Saat Israel membombardir kawasan Jalur Gaza, Hussein sedang berada di loteng rumahnya. 

"Saat itu saya sedang duduk bersama keluarga saya," tutur pria berusia 30 tahun itu, dikutip Tribunnews.com dari theguardian.com, Sabtu (15/5/2021). 

"Tiba-tiba ada suara gemuruh artileri di perbatasan (Israel-Palestina). Saya tidak mengharapkan meriam-meriam itu akan mengenai rumah-rumah warga.

Anak-anak mulai menangis dan berteriak, sampai akhirnya sebuah meriam menghantam rumah kami," sambung Hussein.

Baca juga: AKSI Berani Reporter Siaran di Tengah Serangan Israel ke Palestina, Suara Bergetar Laporkan Berita

Baca juga: CURHAT Ibu 5 Anak Cemas Tiap Hari Rumahnya Dilintasi Jet Tempur Israel: Rumahmu Bisa Jadi Kuburanmu

Korban serangan Israel di Jalur Gaza 450
Hussein Abdul Qleeq, warga Gaza yang menjadi korban serangan rudal tentara Israel. Ia mengalami luka di bagian leher, tangan, dan punggung akibat pecahan peluru meriam tentara Israel yang dijatuhkan di wilayah Gaza, Jumat (14/5/2021) kemarin.(The Guardian)

Hussein tinggal di Desa Bedouin yang berada di bagian utara Beit Lahia, Jalur Gaza

Bagian utara Beit Lahia yang berdekatan dengan perbatasan Israel menjadi lokasi yang berbahaya saat terjadi konflik.

Itu dikarenakan bagian utara Beit Lahia merupakan titik masuk utama yang digunakan tentara Israel untuk menyerang. 

Halaman selanjutnya========>

Ikuti kami di
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved