Breaking News:

Konflik Israel vs Palestina

Sederet Pernyataan Menohok Mahathir Mohamad pada Israel, Julukan 'Perampok' hingga Cekal Atlet

Mahathir Mohamad dikenal sebagai salah satu tokoh yang dijuluki 'Anti-semit' karena beberapa kali memberikan pernyataan menohok pada Israel.

AFP PHOTO / JACK GUEZ
Tentara-tentara Israel dari skuadron tank memeriksa senjata masing-masing di sebuah area penugasan angkatan darat Israel di dekat perbatasan Israel-Jalur Gaza, Senin (19/11/2012). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Konflik Israel vs Palestina yang belakangan ini kembali memanas turut menyeret sejumlah nama tokoh besar dunia.

Salah satunya adalah Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia.

Mahathir Mohamad dikenal sebagai salah satu tokoh yang dijuluki 'Anti-semit' karena beberapa kali memberikan pernyataan menohok pada Israel.

Mahathir Mohamad pernah menolak seorang atlet asal Israel untuk berlaga di negaranya kala dirinya masih menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Saat itu, sang atlet renang akan mengikuti Kejuaraan Para Renang Dunia yang berlangsung pada 29 Juli hingga 4 Agustus 2019.

Kejuaraan itu sendiri diikuti oleh 70 negara dan menjadi salah satu kualifikasi untuk dapat ikut serta dalam Paralimpiade yang sempat dijadwalkan diselenggarakan di Tokyo, Jepang.

Baca juga: Hamas Menolak Mundur, Ancam akan Ada Serangan Balas Dendam ke Israel: Tel Aviv Target Roket Kami

Baca juga: Israel Menolak Gencatan Senjata, Sang Pemimpin: Hanya Ada Dua Cara untuk Menangani Hamas

Malaysia sendiri sebenarnya sudah dua kali menolak delegasi Israel untuk hadir dalam acara olahraga yang diselenggarakan negaranya.

Pada 2015, dua atlet selancar Israel terpaksa memillih untuk mengundurkan diri setelah permohonan visa mereka ditolak.

Sementara pada 2017, mereka dengan lantang menolak menjadi tuan rumah konferensi badan sepakbola dunia, FIFA, dengan alasan adanya delegasi Israel yang akan hadir.

Sikap Mahathir kemudian menarik berbagai kecaman, salah satunya dari Kementerian Luar Negeri Emmanuel Nahshon.

"Israel mengecam keputusan yang terinspirasi oleh anti-Semitisme fanatik dari PM Malaysia Mahathir," ujar Nahshon, dilansir AFP, Kamis (17/1/2019).

HALAMAN 2 >>>>>>>

Ikuti kami di
Editor: Salma Fenty Irlanda
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved