Breaking News:

Penanganan Covid

Thailand Lanjutkan Keadaan Darurat Karena Kematian Karena Covid-19 Terus Melonjak

Thailand akan memperpanjang keadaan darurat nasional untuk mengatasi pandemi virus korona hingga Juli.

Pixabay.com
Ilustrasi Covid-19. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Thailand akan memperpanjang keadaan darurat nasional untuk mengatasi pandemi virus korona hingga Juli. 

Keputusan ini dilakukan karena fase paling mematikan dari wabah yang melanda negara itu sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Dikutip dari The Straits Times, Juru Bicara Taweesilp Visanuyothin mengatakan, Pusat Administrasi Situasi Covid-19, yang dipimpin Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, Jumat (21/5) ini  menyetujui perpanjangan darurat hingga akhir Juli.

Keputusan tersebut, yang memungkinkan pemerintah merampingkan rencana pengendalian penyakit tanpa banyak persetujuan dari berbagai lembaga, telah diberlakukan sejak Maret tahun lalu.

Thailand sedang berjuang melawan gelombang ketiga wabah yang telah melipatgandakan jumlah kasus nasional hanya dalam tujuh minggu, dengan kematian melonjak tujuh kali lipat.

Warga mengantre untuk menjalani tes Covid-19 di Nakhon Ratchasima di Distrik Muang, Thailand, April 2021.
Warga mengantre untuk menjalani tes Covid-19 di Nakhon Ratchasima di Distrik Muang, Thailand, April 2021. (The Bangkok Post/Prasit Tangprasert)

Gelombang infeksi, yang dimulai di tempat hiburan malam Bangkok pada awal April, kini telah menyebar ke komunitas yang ramai, kamp konstruksi dan penjara, dengan lusinan klaster di ibu kota.

Taweesilp mengatakan, varian Covid yang lebih menular yang pertama kali diidentifikasi di India terdeteksi di antara 15 pekerja di sebuah kamp konstruksi di Bangkok utara, penemuan lokal pertama dari varian tersebut.

Kementerian kesehatan dijadwalkan mengadakan pengarahan tentang kluster di kemudian hari.

Infeksi tersebut termasuk di antara 3.481 kasus baru dan 32 kematian baru yang diumumkan pada hari Jumat, sehingga total menjadi 123.066 kasus dan 735 kematian secara keseluruhan.

Thailand telah memberikan 2,5 juta suntikan dan kecepatan vaksinasi lambat karena terbatasnya pasokan suntikan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Candra Isriadhi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved