Breaking News:

Penanganan Covid

Untuk Menjaga Keselamatan Masyarakat, Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Dihentikan Sementara

Sudah ketentuan internasional, dilakukan penghentian sementara pada batch tertentu vaksin AstraZeneca

Shutterstock
Ilustrasi Vaksin AstraZeneca 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan SpP menuturkan, penghentian sementara pada batch tertentu vaksin AstraZeneca merupakan ketentuan internasional, apabila ada kejadian yang diduga akibat dari vaksinasi.

Misalnya di Inggris saat ada laporan KIPI yang berat, mereka segera menghentikan vaksinasi sampai dibuktikan oleh para ilmuwan, apakah kasus berhubungan dengan vaksin atau tidak.

"Diteliti pada batchnya, maka dihentikan tapi bukan dihentikan batch semua. itu memang sudah prosedur.

Ini adalah prinsip kehati-hatian.

Tapi kalau semua batch vaksin itu ada dihentikan, bukan hati-hati namanya, itu sesuatu saya kira berlebihan," ujarnya dalam diskusi daring, Jumat (21/5/2021).

Seperti yang  tayang di Tribunnews.com dengan judul Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Dihentikan Sementara, PDPI: Batch Lain Tetap Aman

Menurutnya, langkah pemerintah saat ini telah sesuai prosedur yaitu untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Bagaimana pun, obat atau vaksin itu ada efek sampingnya dan itu berbeda efeknya ke setiap orang.

Baca juga: Vaksin Merah Putih Masuk Program Pemerintah, Jika Lolos Uji ke Hewan Besar, akan Lanjut ke Relawan

Baca juga: Bio Farma Telah Distribusikan 30 Juta Dosis Vaksin, Kapasitas Produksi Pertahun Hingga 267.600.000

Ilustrasi suntik vaksin Covid-19
Ilustrasi suntik vaksin Covid-19 (freepik)

"Ada yang ringan dan berat dan secara umum manfaatnya vaksinasi lebih banyak dibanding dari efek samping yang ada," kata dia.

Menyoal pembekuan darah yang diterjadi akibat vaksin AstraZeneca di beberapa negara, ia menuturkan kasus tersebut sangat jarang terjadi, dimana 4 kasus dari 1 juta orang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Talitha Desena
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved