Breaking News:

HEBOH Vaksin Covid-19 Disebut Mengandung Magnet, Koin Nempel ke Lengan Bekas Suntikan, Ini Faktanya

Inilah fakta mengenai viralnya vaksin disebut mengandung magnet, koin bisa nempel di lengan bekas suntikan.

covid19.go.id
Hoaks vaksin covid-19 mengandung magnet. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah fakta mengenai viralnya vaksin disebut mengandung magnet, koin bisa nempel di lengan bekas suntikan.

Beberapa hari terakhir beredar sebuah postingan di media sosial yang mengklaim bahwa Vaksin Covid-19 memiliki microchip magnetik.

Dalam postingan tersebut, seorang wanita memperlihatkan lengannya memiliki reaksi magnet setelah menerima vaksin Covid-19.

Hal tersebut ditunjukkan dengan meletakan magnet di tempat Ia menerima vaksin dan terlihat magnet tersebut langsung menempel.

Sementara, ketika Ia melakukan hal yang sama pada lengannya yang lain, magnet tersebut akan jatuh.

Di akhir video, wanita tersebut memperingatkan agar tidak melakukan vaksinasi.

Sebagaimana dikutip Tribunnewsmaker.com dari Tribunnews [Hoaks] Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet Karena Koin Bisa Nempel pada Lengan Bekas Suntikan, berdasarkan hasil penelusuran, kompilasi video dengan klaim serupa banyak beredar di berbagai platform media sosial.

Pemeriksa fakta independen di lingkup internasional seperti Lead Stories, USA Today, AFP United States, dan Factcheck.org telah membantah klaim tersebut berdasarkan hasil penelusuran dan klarifikasi dari institusi resmi di bidang kesehatan.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Terbukti Aman & Penuhi Syarat Mutu, BPOM Izinkan Penggunaannya

Baca juga: 21.616 Vaksin Gotong Royong Didistribusikan, Masyarakat Diminta Tetap Jalani Protokol Kesehatan

Melansir dari AFP, para ahli medis mengatakan bahwa video tersebut tidak lebih dari teori konspirasi yang termasuk ke dalam kategori disinformasi tentang virus Covid-19.

“Tidak, medapatkan vaksin Covid-19 tidak dapat menyebabkan lengan Anda menjadi magnet. Ini tipuan, jelas dan sederhana,” jelas Dr. Stephen Schrantz, Spesialis Penyakit Menular di University of Chicago Medicine.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved