Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet Dipastikan Hoaks, Ini Penyebab Uang Koin Bisa Menempel di Lengan

Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito angkat bicara terkait isu yang menyebutkan vaksin Covid-19 mengandung mikrocip magnetis.

covid19.go.id
Hoaks vaksin covid-19 mengandung magnet. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito angkat bicara terkait isu yang menyebutkan vaksin Covid-19 mengandung mikrocip magnetis.

Seperti diketahui telah beredar sebuah video seseorang yang memperlihatkan uang koin logam menempel di lengan, tepatnya di titik bekas suntikan vaksin Covid-19.

Menanggapi hal itu, Wiku menegaskan, apa yang ada di dalam video tersebut tidak benar.

"Isu terkait vaksin Covid-19 yang mengandung magnet. Perlu diketahui bahwa vaksin tidak mengandung magnet," tegas Wiku dalam konferensi pers secara daring, Jumat (28/5/2021).

Lebih lanjut, dia memaparkan uang koin logam dapat menempel di permukaan kulit yang lembab sebab hal itu disebabkan oleh keringat.

"Koin bisa saja menempel di kulit karena adanya keringat yang diproduksi secara alami oleh kulit manusia dan gaya gesek lainnya sehingga menimbulkan daya magnet," jelas Wiku.

Wiku kemudian meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima dengan mencari fakta informasi itu berdasarkan bukti ilmiah dan berita berasal media atau kanal resmi.

Baca juga: Vaksin CanSino Mulai Datang Bertahap, Mulai Juli 2021, Ini Rincian Dosisnya

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Sempat Diduga Picu Kematian, BPOM: Dapat Digunakan Kembali

Tangkapan layar video yang menampilkan seorang pria sedang memperagakan dan menyebut ada medan magnet di bekas suntikan vaksin Covid-19.
Tangkapan layar video yang menampilkan seorang pria sedang memperagakan dan menyebut ada medan magnet di bekas suntikan vaksin Covid-19. (Instagram/@cetul.22)

Contoh kasus itu juga dapat dijadikan pembelajaran masyarakat agar tidak langsung menyebar berita atau informasi yang sumbernya tidak kredibel.

"Kesalahan kita dalam menyebar berita yang belum diverifikasi sama saja dengan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Dan itu tentunya akan menghambat upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia," tegas Wiku.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan angkat bicara terkait beredarnya narasi terkait vaksin COVID-19 yang mengandung mikrocip magnetis.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved