Breaking News:

Indonesia Belum Menjadikan Anak-anak Sebagai Prioritas Penerima Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Ada faktor lain yang membuat banyak negara termasuk Indonesia belum memasukan anak-anak dalam daftar prioritas penerima vaksin.

Surya.co.id/ Hayu Yudha Prabowo
Anak-anak sekolah pakai masker demi cegah penularan virus corona 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (UNPAD) Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, Sp.A., M.Sc, mengungkapkan pemberian vaksin Covid-19 pada anak-anak memang diperlukan sebagai percepatan pembentukan herd imunity.

Meski demikian, ada faktor lain yang membuat banyak negara termasuk Indonesia belum memasukan anak-anak dalam daftar prioritas penerima vaksin.

Misalnya Amerika Serikat mereka perlu memberikan vaksin Pfizer kepada kelompalok usia 18 tahun ke bawah, lantaran Amerika Serikat telah memproduksi vaksin sendiri dan uji klinis vaksin Covid-19 merk Pfizer telah rampung.

"Apakah anak perlu divaksin atau tidak itu nanti tergantung dari situasi kondisi dari negara tersebut. Seperti di Amerika Serikat diberikan sekarang sebelum sekolah mereka sudah diberikan vaksin," ujarnya dalam webinar 'Menyongsong Vaksin Covid-19 untuk Anak' baru-baru ini, sebagaimana dikutip Tribunnewsmaker.com dari Tribunnews Ini Alasan Indonesia Belum Masukan Anak-anak Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19.

Sementara di Indonesia, vaksin Covid-19 masih terbatas dan diberikan secara bertahap sesuai kerentanan terpapar.

"Vaksinasi anak akan mempercepat herd imunity. Dengan memberikan vaksinasi pada anak tidak hanya bermanfaat untuk anak itu juga melindungi sekitarnya banyak vaksin-vaksin anak yang selama ini sudah diberikan itu melindungi orang dewasa," kata Prof.Cissy.

Baca juga: KASUS Covid-19 di Kudus Sempat Melonjak 5 Kali Lipat, Berawal dari Tradisi Kupatan, Sudah Diprediksi

Baca juga: Kata Pakar soal Vaksin Covid-19 untuk Anak, Perlu untuk Mempercepat Herd Immunity

Ia mengatakan, sejauh ini penelitian dan uji klinis vaksin pada anak dibeberapa negara menunjukan hasil yang baik.

Jenis vaksin yang digunakan antara dewasa dan anak-anak sama dari segi komposisi.

"Mungkin interval pemberian dosis satu dan dua it 14 hari, 28 hari atau 3 bulannya kita belum tahu pada anak. Remaja kemungkinan memerlukan dosis yang sama-sama seperti dewasa," ungkap perempuan berkacamata ini.

Sebelumnya, Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, Kementerian Kesehatan masih menunggu rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ITAGI, dan organisasi profesi lain terkait pemberian vaksin pada anak.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved